JAGOSATU.COM - Kementerian Luar Negeri Arab Saudi dalam pernyataan resminya pada Rabu (7/2) menegaskan penolakan kerasnya untuk membuka hubungan diplomatik dengan Israel.
Hal ini sekaligus menepis pernyataan Juru Bicara Keamanan Nasional Gedung Putih John Kirby yang menyebut adanya tanggapan positif dari Saudi dan Israel untuk melanjutkan diskusi normalisasi.
“Kerajaan Arab Saudi menegaskan kembali posisinya yang kokoh terkait normalisasi dengan Israel,” tegas pernyataan tersebut.
Normalisasi tidak akan terjadi kecuali negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya berdasarkan perbatasan tahun 1967, dan agresi di Jalur Gaza dihentikan sepenuhnya.
Sebelumnya, pada Oktober 2023, sumber yang mengetahui pemikiran Riyadh kepada Reuters mengungkapkan bahwa Saudi menunda rencana normalisasi yang didukung AS akibat perang antara Hamas dan Israel.
Agresi Israel di Gaza berlangsung selama lebih dari 100 hari, mengakibatkan 24.100 korban jiwa dan 60.834 orang terluka hingga 15 Januari 2024.
Pernyataan Saudi ini menunjukkan komitmennya terhadap solusi dua negara dan kemerdekaan Palestina, serta kecamannya terhadap agresi Israel di Gaza. (jpg)
Editor : Tina Mamangkey