Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Iran serang Israel: Analisis Kesiapan Militer Iran

Andrew Lengkong • 2024-04-15 00:10:06
Ilustrasi
Ilustrasi

jagosatu.com - Dalam beberapa waktu terakhir, Iran telah menjadi pusat perhatian dunia menyusul serangan udara yang dilakukannya terhadap Israel melalui penggunaan drone dan rudal.

Serangan ini telah menimbulkan kehebohan di seluruh dunia, terutama di kawasan Timur Tengah, di mana Israel seringkali menjadi subjek konflik regional yang kompleks.

Respons warga Iran terhadap serangan tersebut cukup menarik, dengan banyak yang meresponsnya dengan sukacita dan semangat nasionalisme yang tinggi.

Ini menggambarkan bagaimana serangan tersebut tidak hanya dipandang sebagai tindakan militer semata, tetapi juga sebagai sebuah pernyataan politik dan ideologi yang kuat bagi masyarakat Iran.

baca juga : Presiden Ukraina Mengecam Serangan Iran terhadap Israel: Mendesak untuk Menghentikan Eskalasi Konflik 

Rakyat Iran rayakan serangan drone dan rudal ke Israel
Rakyat Iran rayakan serangan drone dan rudal ke Israel

Namun, dalam sorotan yang ditujukan kepada serangan tersebut, perhatian yang tidak kalah pentingnya adalah pada kesiapan militer Iran menghadapi potensi konflik lebih lanjut, khususnya dengan Israel.

Ini menjadi perhatian utama mengingat ketegangan yang terus meningkat di kawasan tersebut.

Sebuah artikel penelitian yang diterbitkan dalam jurnal International Security, berjudul "Iran’s ballistic missile program and its foreign and security policy towards the United States under the Trump Administration" yang ditulis oleh M. Islami dari Universidade do Minho menyoroti dinamika ini secara mendalam.

Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah perubahan yang signifikan dalam budaya strategis Iran setelah tahun 2018.

Dalam jurnal tersebut menyoroti bagaimana narasi revolusioner Iran telah semakin mendominasi, terutama setelah peristiwa-peristiwa penting seperti penembakan drone AS dan pembunuhan Jenderal Soleimani.

baca juga : Tentara AS menembak jatuh drone serangan yang diluncurkan Iran saat tim Biden berjanji 'dukungan' untuk Israel melawan Tehran 

Identitas nasional dan pertahanan menjadi fokus utama dalam pandangan Iran terhadap kekuatan militer.

Program rudal balistik dipandang bukan hanya sebagai instrumen pertahanan, tetapi juga sebagai simbol identitas nasional yang kuat.

Pemimpin Iran secara terbuka menunjukkan penghargaan terhadap peran rudal balistik dalam pertahanan perbatasan negara.

Penolakan terhadap moderasi juga merupakan ciri khas dari budaya strategis Iran yang baru.

Narasi revolusioner semakin menyingkirkan narasi moderasi, menekankan pentingnya kekuatan pertahanan dan advokasi untuk sikap yang lebih agresif terhadap ancaman yang dirasakan.

Iran menegaskan pentingnya balasan sebagai prinsip fundamental dalam merespons agresi dari pihak lain, terutama dalam menjawab peristiwa signifikan seperti pembunuhan Soleimani.

Ini menandakan pergeseran menuju postur militer yang lebih ofensif.

baca juga : Ketegangan Mencapai Puncak: Serangan Udara Timbulkan Ancaman Antara AS dan Iran 

Tidak hanya itu, Iran menolak untuk bernegosiasi tentang program rudal balistiknya, menganggapnya sebagai aspek yang tidak bisa dinegosiasikan dari strategi pertahanannya.

Hal ini mencerminkan ketegasan Iran dalam menjaga kebijakan pertahanannya yang dianggap vital bagi keamanan nasional.

Dinamika politik dalam negeri Iran juga berperan penting dalam menentukan sikap terhadap konflik dan negosiasi dengan AS dan sekutunya.

Perubahan pemerintahan dan pemilihan presiden AS memengaruhi arah kebijakan Iran dalam hal ini.

Pembunuhan tokoh kunci Iran seperti Jenderal Soleimani telah menjadi titik balik penting dalam evolusi kebijakan Iran.

Hal ini mengonsolidasikan sikap retaliasi sebagai prinsip baru dalam budaya strategis dan doktrin militer Iran.

Selain itu, Iran menekankan kemandirian dalam keamanan dan pertahanan, menolak keterlibatan asing dalam kebijakan keamanan nasionalnya.

Pengembangan kapabilitas pertahanan nasional menjadi prioritas dalam upaya mempertahankan kedaulatan dan keamanan negara.

Implikasi dari kebijakan Iran yang lebih tegas dan ofensif memiliki dampak yang signifikan bagi stabilitas regional.

Sikap ini memiliki potensi untuk meningkatkan risiko konflik di kawasan, terutama mengingat ketegangan yang sudah ada dengan negara-negara tetangga.

Dengan demikian, Iran secara konsisten menegaskan bahwa mereka tidak akan mundur dalam menghadapi tekanan eksternal dan akan terus mempertahankan kepentingan nasional mereka.

Pesan ini menyoroti ketegasan Iran dalam menjaga kedaulatan dan keamanan negaranya di tengah dinamika geopolitik yang kompleks di kawasan Timur Tengah. 

Editor : ALengkong
#perang #Iran vs Amerika Serikat #perang dunia 3 #USA #world war III #Geopolitik #Biden #world war 3 #iran vs israel #serangan rudal iran