Jagosatu.com-Indonesia dan Malaysia akhirnya mencapai kesepakatan penting terkait pengelolaan bersama Blok Ambalat, wilayah perairan kaya energi yang selama ini disengketakan.Pengumuman tersebut disampaikan setelah pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Anwar Ibrahim di Jakarta.
Kedua negara sepakat untuk mengesampingkan sengketa hukum sementara dan fokus pada kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan.
Presiden Prabowo menyatakan bahwa potensi sumber daya yang ada di Ambalat akan dimanfaatkan secara adil oleh kedua negara.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi tanpa menunggu proses hukum yang bisa berlangsung puluhan tahun.
Anwar Ibrahim turut mendukung pendekatan ini, dengan menyatakan kesiapan Malaysia membentuk otoritas pengembangan bersama.
Langkah ini dinilai sebagai solusi pragmatis untuk menghindari kebuntuan diplomatik yang sudah berlangsung terlalu lama.
Blok Ambalat, yang terletak di Laut Sulawesi, memiliki nilai strategis tinggi karena potensi cadangan minyak dan gasnya.
Meski disambut sebagai terobosan diplomatik, kesepakatan ini memicu reaksi keras dari para pemimpin Sabah, Malaysia.
Mereka mempertanyakan dampak perjanjian terhadap klaim wilayah Sabah yang berbatasan langsung dengan Ambalat.
Wakil Ketua Menteri Sabah, Jeffrey Kitingan, menuntut klarifikasi dari Perdana Menteri Anwar atas keputusan yang dinilai sepihak ini.
Menurut Kitingan, keputusan tanpa konsultasi dengan Sabah adalah bentuk pengabaian terhadap hak-hak negara bagian.
Ia berencana mengangkat isu ini di Parlemen dan mendesak penjelasan resmi dari pemerintah pusat.
Kritik serupa datang dari mantan Ketua Menteri Sabah, Yong Teck Lee, yang mengingatkan pada insiden Blok L dan M pada 2009.
Kala itu, Malaysia menyerahkan hak atas blok kaya energi kepada Brunei tanpa melibatkan pemerintah Sabah.
Yong memperingatkan bahwa Sabah bisa dirugikan lagi jika kedaulatan wilayahnya dikompromikan, meski atas nama kerja sama.
Ia mempertanyakan masa depan kontrol Sabah dan Sarawak atas landas kontinen jika pemerintah pusat terus bertindak sepihak.
Kesepakatan Ambalat ini menyoroti ketegangan lama antara otoritas federal Malaysia dan pemerintah negara bagian.
Meskipun langkah Indonesia-Malaysia ini bisa mempererat hubungan bilateral, dinamika internal Malaysia justru memanas.
Kisah Ambalat bukan hanya soal batas negara, tapi juga pertarungan politik, hak daerah, dan masa depan energi regional.(LR)
Editor : ALengkong