SEOUL – Para penyelidik gabungan militer dan polisi Korea Selatan (Korsel) menggerebek badan intelijen Korsel pada Selasa (10/2). Mereka mencari sumber serangan pesawat tak berawak ke Korea Utara, sebuah insiden yang mengancam upaya untuk memperbaiki hubungan dengan Pyongyang. Presiden Korea Selatan Lee Jae-myung memang berupaya memperbaiki hubungan dengan negara tetangganya yang memiliki senjata nuklir.
"Saya berjanji untuk menghentikan pesawat nirawak yang berterbangan di perbatasan pada masa pemerintahan sebelumnya," tuturnya, kendati pernyataannya itu menunjukkan ketakutannya pada negara pemilik nuklir tersebut.
Yang terbaru, Pyongyang mengatakan telah menembak jatuh sebuah pesawat nirawak pengintai di dekat pusat industri Kaesong pada bulan Januari. Mereka menuduh Seoul mengirimkan pesawat tersebut untuk mengumpulkan informasi intelijen tentang "target-target penting".
Baca Juga: Iran Tutup Galeri Seni hingga Restoran, Ekonomi Kian Tertekan
Merespon hal tersebut, Korsel awalnya membantah keterlibatan resmi apa pun, dengan Lee mengatakan bahwa tindakan seperti itu sama saja dengan "Menembakkan peluru ke Korea Utara" ujarnya.
Namun, pada Selasa, satuan tugas gabungan militer-polisi mengatakan bahwa mereka sedang menyelidiki tiga tentara aktif dan satu staf badan intelijen dalam upaya untuk "menetapkan kebenaran secara menyeluruh".
"Para penyelidik menggerebek 18 lokasi yang menjadi perhatian, termasuk Komando Intelijen Pertahanan dan Dinas Intelijen Nasional," ujar keterangan satuan gabungan militer-polisi. (idr/len/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy