NEW YORK – Microsoft Corporation mengambil langkah strategis baru yang dapat mengubah desain pusat data secara global. Perusahaan teknologi asal Amerika Serikat (AS) ini mengeksplorasi penggunaan kabel superkonduktor bertemperatur tinggi (high-temperature superconductors/HTS) untuk menggantikan kabel tembaga konvensional.
Dilansir dari The Verge, teknologi ini memungkinkan aliran listrik tanpa hambatan saat didinginkan pada suhu sangat rendah. Jadi, lebih efisien dan mengurangi ruang yang dibutuhkan untuk infrastruktur kelistrikan. "Teknologi ini membantu kami meningkatkan kepadatan daya tanpa memperluas jejak fisik. Ini juga dapat membantu mengurangi ukuran infrastruktur transmisi daya dan menurunkan dampak pada komunitas sekitar," kata Husam Alissa, pemimpin tim teknologi sistem di kantor Chief Technology Officer (CTO) Microsoft, divisi Core Operations + Innovation (CO+I), kepada Reuters.
Baca Juga: Penyelidik Gabungan Gerebek Badan Intelijen Korea Selatan
Tantangan Biaya dan Operasional
Hal itu menunjukkan bahwa HTS tidak hanya meningkatkan efisiensi internal, tetapi juga berdampak pada pengurangan luas area jalur listrik eksternal. Meskipun memiliki potensi besar, teknologi HTS masih menghadapi tantangan biaya dan operasional.
Selain itu, kabel ini memerlukan sistem pendinginan ekstrem menggunakan nitrogen cair agar tetap superkonduktif. Lebih jauh lagi, material pembentuknya, seperti oksida berbasis barium dan yttrium, saat ini masih didominasi pasokannya oleh Tiongkok.
Namun, lonjakan kebutuhan daya akibat AI dan transisi energi mendorong percepatan adopsi HTS. Sebagai langkah praktis, Microsoft bekerja sama dengan VEIR, perusahaan berbasis Massachusetts, untuk menguji HTS di pusat data mereka. (din/dns/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy