Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Remaja 17 Tahun Thailand Lakukan Aksi Penembakan, Kepala Sekolah Meninggal

Pratama Karamoy • 2026-02-13 15:56:37
Petugas keamanan berjaga di sekolah tempat terjadinya penembakan oleh remaja 17 tahun yang menewaskan kepala sekolah di Distrik Hat Yai, Thailand Selatan.
Petugas keamanan berjaga di sekolah tempat terjadinya penembakan oleh remaja 17 tahun yang menewaskan kepala sekolah di Distrik Hat Yai, Thailand Selatan.

HAT YAI – Tingkat kepemilikan senjata api yang tinggi di Thailand menimbulkan korban. Terbaru, aksi penembakan terjadi di sekolah di distrik Hat Yai, Provinsi Songkhla, Thailand Selatan, yang dilakukan oleh seorang remaja berusia 17 tahun pada Rabu sore (11/2).

Kepolisian Thailand menyatakan penyerangan berlangsung selama sekitar dua jam dan terjadi setelah kegiatan belajar mengajar usai. Pelaku kemudian melepaskan beberapa tembakan di sekolah.

 

Kejadian itu menyebabkan kepala sekolah terluka parah. Dia dinyatakan meninggal dunia setelah operasi di rumah sakit Hat Yai karena cedera organ dalam dan kehilangan darah yang parah.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat menuliskan bahwa korban lainnya adalah siswi sekolah itu berusia 14 tahun. Korban masih dirawat di rumah sakit karena luka tembak dan menjalani operasi setelah penembakan. "Seorang anak lagi menderita cedera pergelangan kaki setelah mereka jatuh dari ketinggian," tulisnya.

 

Baca Juga: Paramount dan Netflix Bertarung Sengit untuk Kuasai Warner Bros

 

Associated Press melaporkan bahwa pelaku tersebut menggunakan senjata api yang dicuri dari seorang polisi. Dia kemudian ditangkap setelah ditembak oleh pihak kepolisian. Selama insiden berlangsung, pelaku sempat menyandera sejumlah siswa dan guru.

"Tim sudah menangkap pelaku," tegas wakil Inspektur Polisi Wichian Soboon kepada Reuters.

Pihak berwenang mengungkapkan bahwa pelaku memiliki riwayat penyalahgunaan narkoba dan gangguan psikologis. Dia juga dilaporkan baru keluar dari rumah sakit jiwa pada Desember 2025.

Pelaku juga memiliki seorang kakak yang bersekolah di tempat yang sama. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki motif penyerangan. (raf/len/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global