Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Rusia Belum Lihat Bukti Nuklir Iran, Tiongkok Desak Stop Serangan Militer

Pratama Karamoy • 2026-03-05 15:22:48

SATU SIKAP: Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (kiri) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sebuah pertemuan. Keduanya mengkritik keras sekaligus mengecam serangan AS-Israel
SATU SIKAP: Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi (kiri) dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov dalam sebuah pertemuan. Keduanya mengkritik keras sekaligus mengecam serangan AS-Israel

MOSKOW – Rusia dan Tiongkok melontarkan kritik keras terhadap serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Moskow menegaskan belum melihat bukti bahwa Teheran mengembangkan senjata nuklir, sementara Beijing mendesak penghentian segera operasi militer gabungan tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi dalam percakapan telepon dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar pada Selasa (3/3) waktu setempat menyatakan serangan terjadi ketika negosiasi antara Washington dan Teheran menunjukkan kemajuan signifikan. Menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Tiongkok, pembahasan tersebut bahkan telah menyentuh isu keamanan Israel.

 

Dia menegaskan, penggunaan kekuatan tidak akan menyelesaikan persoalan, namun justru berpotensi memperburuk konflik kawasan jika berlangsung dalam jangka panjang. Beijing juga meminta penghentian segera operasi militer guna mencegah eskalasi lebih lanjut.

Dalam komunikasi itu, Saar disebut menyetujui permintaan Tiongkok untuk mengambil langkah konkret demi meminimalkan dampak perang dan instabilitas regional.

Sehari sebelumnya, Wang juga melakukan pembicaraan dengan para menteri luar negeri Iran, Oman, dan Prancis. Ini sebagai bagian dari upaya Beijing meredam ketegangan kawasan yang terus meningkat.

 

Kritik serupa disampaikan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Dalam konferensi pers, Lavrov menilai perang terhadap Iran justru dapat memicu hasil yang berlawanan dari tujuan mencegah proliferasi nuklir. Yakni, adanya kekuatan di Iran yang justru mendorong kepemilikan bom nuklir.

 

Baca Juga: Dikunci Iran, Lalu Lintas Selat Hormuz Turun 80 Persen

 

Alasan ini sering dipakai oleh Amerika maupun Israel. Lavrov juga memperingatkan potensi negara-negara Arab ikut terdorong mengembangkan senjata nuklir jika krisis terus meningkat.

“Jika ini terjadi, maka persoalan proliferasi dapat lepas kendali,” ujarnya.

Rusia, lanjut Lavrov, belum melihat bukti bahwa Iran tengah mengembangkan senjata nuklir. Dia mengaku telah berbicara dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dan menyatakan kesiapan Moskow membantu mencari solusi diplomatik.

Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya menyebut serangan awal Amerika dan Israel pada Sabtu lalu (28/2) sebagai tindakan agresi bersenjata yang direncanakan dan tidak beralasan terhadap negara berdaulat anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (lyn/len/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global