TEHERAN – Sebelum diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel, Iran sudah melansir keterlibatan Mossad dalam demonstrasi yang berujung kerusuhan di berbagai wilayah mereka. Kini, tudingan serupa terdengar dari Arab Saudi ke badan intelijen Israel itu.
Tudingan itu sejalan dengan yang disampaikan komentator politik AS Tucker Carlson. Senada, pemimpin redaksi Independent Arabia yang berbasis di Riyadh, Arab Saudi, Adhwan al-Ahmari mengatakan, bahwa tidak semua serangan terhadap negara-negara Teluk berasal dari Iran. Tujuan Israel dan AS hanya untuk memancing negara-negara Teluk saling berperang satu sama lain dan mereka menikmati dari jarak jauh. "Hipotesis ini, menurut saya, semakin menguat setiap hari," katanya kepada Middle East Eye kemarin (5/3).
Iran telah secara terbuka menyatakan, tidak melakukan serangan ke Kilang Ras Tanura milik Aramco, perusahaan minyak Arab Saudi, di sisi timur negara tersebut. Presiden Iran Masoud Pezeshkian bahkan dikabarkan sudah menelepon langsung Putra Mahkota Saudi Pangeran Mohammad bin Salman.
Pada Rabu (4/3), Pezeshkian juga merilis pernyataan resmi yang ditujukan kepada semua kepala negara dan kepala pemerintahan di kawasan Teluk. "Serangan Amerika dan agresor Zionis membuat kami tak punya pilihan. Kami menghormati kedaulatan Anda semua dan kami meyakini stabilitas kawasan hanya bisa dicapai lewat usaha kolektif semua negara," kata Pezeshkian.
Seyed Emamian, asisten profesor di Universitas Politeknik Teheran, menyebut, mangingat betapa buruknya proses yang ditempuh Iran sehingga hubungannya dengan para tetangga di Teluk membaik, sangat terbuka kemungkinan Tel Aviv memang bertindak seperti yang ditudingkan Teheran. "Israel berniat merusak hubungan Iran dengan para negara Teluk," katanya kepada Middle East Eye.
Baca Juga: Prancis Kerahkan Kapal Induk ke Laut Mediterania
Israel belum memberikan respons atas tuduhan itu. Yang jelas, Arab Saudi telah diserang setidaknya lima kali oleh drone dan rudal, dengan Pangkalan Udara Pangeran Sultan, kilang minyak Ras Tanura, dan kedutaan besar Amerika di Riyadh termasuk di antara fasilitas yang menjadi sasaran. Pelabuhan Duqm di Oman juga telah menjadi target dua kali. Kilang gas milik QatarEnergy juga diserang.
Dua sumber Iran lainnya mengatakan, bahwa aktivitas Mossad di Iran juga sudah terdeteksi. Pihak berwenang sedang dalam proses menemukan gudang-gudang yang digunakan Mossad menyimpan drone.
"Kami tidak akan terkejut jika ada gudang dan ruang operasional semacam itu di negara-negara lain di kawasan ini yang digunakan Israel untuk menargetkan negara-negara tetangga kami di Teluk," kata salah satu sumber tersebut kepada Middle East Eye.
Carlson dalam siarnya Senin (2/3) lalu mengatakan, Israel memang sengaja menabuh kekacauan di antara sekutu AS di Teluk UEA, dan Arab Saudi, dan Bahrain, dan Oman, dan Kuwait," kata komentator politik beraliran konservatif yang dekat dengan Presiden AS Donald Trump itu.
Operasi Intelijen
Intelijen Israel dilaporkan telah memantau pergerakan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei selama bertahun-tahun melalui jaringan kamera lalu lintas di ibu kota Iran. Pemantauan itu disebut menjadi bagian dari operasi intelijen sebelum melakukan serangan yang kemudian menewaskan pria sepuh itu.
Laporan tersebut diungkap Financial Times yang mengutip sumber-sumber yang mengetahui operasi tersebut. Sejumlah kamera lalu lintas di Teheran diduga telah diretas sehingga analis intelijen Israel dapat mengakses rekaman secara jarak jauh.
Dari sana, mereka memantau rutinitas harian pejabat tinggi Iran serta detail pengamanan yang menyertai mereka. Operasi intelijen itu disebut banyak melibatkan Unit 8200, unit intelijen sinyal milik Israel, serta jaringan sumber manusia yang direkrut Mossad.
Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan perangkat analisis yang mampu memproses miliaran titik data. Teknik analisis jejaring sosial juga digunakan untuk memetakan hubungan antarkejabat dan pola pengambilan keputusan di lingkaran kekuasaan Iran.
Dari hasil analisis tersebut, intelijen Israel disebut dapat memastikan waktu ketika Khamenei berada di kantornya di jalan Pasteur, Teheran, serta siapa saja yang menghadiri pertemuannya pada pagi hari saat serangan terjadi. Laporan itu juga menyebut, analis intelijen Israel memanfaatkan rekaman kamera lalu lintas untuk menyusun profil rinci anggota tim pengamanan Khamenei.
Informasi yang dikumpulkan mencakup alamat rumah, jadwal tugas, rute perjalanan harian, hingga pejabat yang mereka lindungi. Dengan menggabungkan berbagai data tersebut, analis berhasil merekonstruksi apa yang dalam dunia intelijen disebut sebagai "pattern of life". "Kami mengenal Teheran seperti kami mengenal Yerusalem," kata seorang pejabat intelijen Israel seperti dikutip dari Iran International. (lyn/ttg/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy