Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Soal Akhir Perang, Trump Kembali Plin-plan

Pratama Karamoy • 2026-03-11 13:49:51

Photo
Photo

BUKAN Donald Trump namanya jika tidak asal cuap, dicecar dan dikritik di kemudian hari. Terkait penyerangan ke Iran saja contohnya bertebaran, mulai awal palagan sampai cara mengakhiri perang.

Soal mengakhiri perang misalnya, dalam wawancaranya dengan CBS News, Presiden Amerika Serikat (AS) itu sempat menyebut, tugas AS dan Israel "very complete" (sepenuhnya selesai). Pasar sempat merespons positif pernyataan itu. Bursa di Tokyo, Jepang, dan Seoul, Korea Selatan, dibuka dengan penguatan harga saham dan harga minyak per barel turun lima persen setelah sehari sebelumnya melonjak menjadi USD 100 per barel.

 

Tapi, dalam pernyataan terbaru dan konferensi pers pada Senin (9/3), narasinya berubah lagi menjadi "very soon" (sebentar lagi). "Saya kira akan secepatnya (selesai). Sebentar lagi," kata presiden dua periode itu kepada wartawan di klub Golf Doral National, Miami.

Terjadi selisih lebih lanjut tentang kapan persisnya "very soon" itu. Di awal penyerangan ke Iran, Trump sempat menyebut, kalau perang bakal berakhir dalam 4-5 pekan. Tapi, bahkan Pusat Komando AS (CENTCOM) sendiri menyebut, kalau perang bisa berlangsung sampai September.

 

Padahal, biaya penanganannya tidak lugu. Amunisi AS juga kian menipis, terutama interceptor untuk menangkal drone Iran. Negeri Paman Sam itu diperkirakan menghabiskan biaya USD 5,6 miliar sampai USD 6 miliar dalam beberapa hari operasi militer ke Iran.

 

Baca Juga: Putin Telepon Trump, Minta Perang Dihentikan

 

Keresahan di Israel

Suara keresahan yang mempertanyakan kapan perang dengan Iran akan berakhir juga mulai terdengar di Israel. Sebuah sumber di kalangan pejabat Negeri Yahudi itu mengatakan kepada Washington Post, tak ada tanda-tanda Iran menyerah.

“Tak ada tanda-tanda pukulan balik,” kata sumber tersebut. “Biaya perang terus naik dan kami khawatir perang ini akan berlangsung lama. Kami tengah mempertimbangkan untuk mengakhiri perang dan mengambil tuntutan Iran (Iran),” tambah sumber tersebut.

Terheran juga sudah terbuka menyatakan, tak menjalani perang dalam durasi lama. “Kami akan berhenti jika tuntutan kami terpenuhi,” kata Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi, seperti dikutip dari AFP kemarin (10/3). Pernyataan Araghchi juga diperkuat Garda Revolusi Islam Iran yang menyatakan akan berhenti jika tuntutan mereka dipenuhi. “Selama tuntutan kami dipenuhi, kami siap menghentikan perang,” kata salah satu pernyataan resminya. (lyn/ng/jawa pos)

 

Editor : Pratama Karamoy
#global