Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Donald Trump Ancam Invasi Kuba

Pratama Karamoy • 2026-03-11 15:31:27

KONFRONTASI: Militer Kuba menyiagakan senjata dan peralatan tentara dari dalam kapal laut Amerika Serikat pada Februari lalu. Havana menolak intervensi Presiden Donald Trump.
KONFRONTASI: Militer Kuba menyiagakan senjata dan peralatan tentara dari dalam kapal laut Amerika Serikat pada Februari lalu. Havana menolak intervensi Presiden Donald Trump.

HAVANA - Setelah Venezuela dan Iran, Amerika terang-terangan ingin mengusik Kuba. Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Kuba tengah menghadapi kemungkinan serius dan membuka kemungkinan adanya langkah politik besar terkait negara tersebut. Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada konferensi pers di Doral, Florida, Senin (9/3) waktu setempat.

Dikutip dari The Sun dan Times, Trump mengatakan Menteri Luar Negeri Amerika Marco Rubio sedang merancang studi tersebut. Dia belum menyebut kemungkinan adanya pengambilalihan kekuasaan. Trump tidak menjelaskan secara rinci apa yang dimaksud.

"Dia (Marco Rubio) sedang menerapkan ide dan mungkin itu pengambilalihan yang ramah, mungkin juga tidak. Itu sebenarnya tidak masalah karena mereka benar-benar sudah tidak memiliki uang. Mereka tidak punya energi, mereka tidak punya uang," kata Trump. Menurut Trump, kondisi ekonomi dan energi di Kuba berada pada titik kritis sehingga pemerintah negara itu kesulitan mempertahankan stabilitas.

 

Sementara itu, pemerintah Kuba menyatakan tidak ada pembicaraan tingkat tinggi dengan Amerika Serikat terkait situasi tersebut. Namun, Havana membantah laporan media yang menyebutkan sedang adanya komunikasi informal antara pejabat Amerika dan Raul Guillermo Rodriguez Castro yang merupakan cucu dari mantan presiden Kuba Fidel Castro.

Laporan tersebut memunculkan spekulasi tentang kemungkinan perubahan politik di negara Karibia itu. Kuba selama puluhan tahun dipimpin oleh rezim komunis sosialis sejak revolusi yang dipimpin Fidel Castro.

 

Baca Juga: Soal Akhir Perang, Trump Kembali Plin-plan

 

Di sisi lain, komunitas pengungsi Kuba yang sebagian besar bermukim di Miami, Amerika Serikat, telah lama berharap pemerintah di Havana dapat digulingkan atau runtuh. Dalam beberapa dekade terakhir, kelompok-kelompok diaspora tersebut telah merencanakan berbagai upaya pemberontakan terhadap pemerintah yang berdiri sejak revolusi 1959.

Hingga kini belum ada kejelasan mengenai langkah konkret yang dimaksud Trump maupun bentuk keterlibatan Washington dalam perkembangan politik di Kuba. Situasi tersebut masih terus dipantau oleh pemerintah Amerika dan komunitas internasional. (lyn/any/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global