Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Hadang Lalu Lintas Minyak, Iran Pasang Ranjau Laut di Selat Hormuz

Pratama Karamoy • 2026-03-13 11:58:05

Peluncuran misil ke-44 Garda Revolusi Iran yang menargetkan Israel dan berbagai kepentingan AS di UEA, Irak, dan Kuwait (12/3).
Peluncuran misil ke-44 Garda Revolusi Iran yang menargetkan Israel dan berbagai kepentingan AS di UEA, Irak, dan Kuwait (12/3).

TEHERAN – Iran membuktikan ancaman mereka untuk tidak membiarkan satu liter minyak pun melewati Selat Hormuz. Selain menyerang kapal yang nekat melintas, negeri yang dulu bernama Persia itu juga memasang ranjau laut.

Iran juga sudah mengingatkan warga sipil di negara-negara kawasan Teluk Persia yang tinggal sekitar satu kilometer dari bank agar mengungsi. Sebab, mereka akan menargetkan bank-bank di negara-negara yang terafiliasi dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, sebagai bentuk balasan atas serangan kedua negara itu ke perbankan mereka.

 

Kantor berita Tasnim juga merilis daftar infrastruktur perusahaan teknologi besar AS yang dianggap sebagai target baru. Perusahaan yang disebut antara lain Google, Microsoft, Palantir, IBM, Nvidia, dan Oracle. Infrastruktur layanan berbasis cloud milik perusahaan-perusahaan tersebut berada di Israel serta sejumlah negara Teluk.

Di sisi lain, mengutip dari Al Jazeera, Presiden AS Donald Trump pada Rabu (11/3) menyatakan, perang yang dilancarkan terhadap Iran akan segera selesai. Sejak operasi militer dimulai pada 28 Februari, Trump mengklaim pasukannya telah menghantam sejumlah wilayah penting Iran sehingga tidak banyak lagi target yang tersisa. "Kapan pun saya ingin berakhir, ini akan berakhir," kata Trump.

Bahkan hingga kemarin (12/3), Trump masih membual dengan menyebut pasukan AS telah memenangkan pertempuran melawan Iran. Namun, pernyataan tersebut secara tidak langsung terbantahkan oleh sikap Israel.

 

Baca Juga: Rancangan Turunan UU Kesehatan Dinilai Ancam Industri Tembakau

 

Menteri Pertahanan Israel Israel Katz justru mengisyaratkan operasi militer tidak akan segera dihentikan. "Operasi akan berlanjut tanpa batas waktu, selama diperlukan, hingga kita mencapai semua tujuan dan meraih kemenangan dalam kampanye ini," ujar Katz.

Kemarin, militer Israel mengumumkan dimulainya gelombang serangan besar. Dilansir Iran International, militer Israel menyatakan, target serangan adalah infrastruktur milik rezim Iran.

Ketegangan juga menyerbar ke berbagai negara di kawasan Teluk. Bandara Internasional Kuwait dilaporkan mengalami kerusakan. Di Dubai, serangan drone terjadi di kawasan Al Bada. Sementara itu, Arab Saudi harus mencegat pesawat nirawak yang menuju ladang minyak Shaybah.

Putus Jalur Strategis

Iran juga meningkatkan pengawasan di Selat Hormuz. Dilansir France24, Teheran berupaya memutus lalu lintas minyak yang melewati jalur strategis tersebut, salah satunya dengan ancaman penggunaan ranjau laut.

Peneliti di Institut Hubungan Internasional Prancis Elie Tenenbaum memperkirakan, Iran memiliki 3.000 hingga 6.000 ranjau laut. Menurut Tenenbaum, ranjau laut merupakan senjata yang relatif murah tetapi sangat efektif untuk mengganggu jalur pelayaran.

"Ranjau paling sederhana, tetapi menjadi ancaman utama di Selat Hormuz," ujarnya.

Iran juga memiliki ranjau yang disesuaikan dengan perairan dangkal Teluk. Ranjau tersebut ditanam di dasar laut dan akan meledak ketika kapal besar terdeteksi melintas di atasnya. Selain itu, Iran juga dapat menggunakan perahu cepat untuk memasang ranjau tempel pada lambung kapal yang akan diledakkan pada waktu tertentu.

 

Rumor Kematian

Sementara itu, beredar rumor bahwa sejumlah pejabat tinggi Israel tewas akibat serangan Iran. Mereka adalah Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir, Direktur Mossad David Barnea, Direktur Intelijen Militer Shlomi Bender, Kepala Staf David Zinn, dan Komandan Angkatan Udara Israel Tomer Bar.

Pihak Israel belum mengonfirmasi kabar tersebut. Namun, Ben-Gvir yang disebut tewas diklaim Tel Aviv mengalami kecelakaan mobil. Kabar kematiannya telah beredar beberapa hari sebelumnya, tetapi pada 10 Maret ia mengonfirmasi melalui akun TikTok bahwa dirinya masih hidup. (lyn/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global