APAKAH tangan kanan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berkhianat? Pertanyaan sekaligus sindiran itu ramai berseliweran di berbagai platform menyusul "penampilan" pria yang telah ditetapkan Mahkamah Pidana Internasional sebagai penjahat perang tersebut di televisi untuk berpidato pada 13 Maret lalu. Banyak yang berkesimpulan, sosok laki-laki yang sebenarnya di televisi itu buah rekayasa akal imitasi (AI).
Dan, dengan segera kian menambah keyakinan banyak pihak kalau politikus Partai Likud itu telah tewas. Rumor tewasnya Bibi itu telah jauh beredar sebelum dia "tampil" di televisi pada 13 Maret lalu. Iran berkeyakinan, Bibi tewas akibat serangan mereka pada 2 Maret lalu. Tapi, Tel Aviv dinilai sengaja merahasiakannya.
Kebetulan, penampilan publik terakhir si penjahat perang itu juga tercatat pada 2 Maret lalu. Persisnya ketika dia mengunjungi objek yang terkena tembakan misil Iran di Beit Shemesh.
Sehari kemudian Tel Aviv memang merilis video Bibi berkunjung ke sinagog. Tapi, posturnya tampak lebih gemuk sehingga diduga kuat itu bukan video asli.
Sesudah itu dia seperti hilang ditelan bumi. Sampai kemudian tampil di televisi dengan tangan kanan berjari enam tadi. Dia juga kembali tak hadir dalam rapat Dewan Keamanan Nasional Sabtu (14/3), sesuatu yang tak pernah dilakukan sebelumnya selama memimpin Negeri Yahudi tersebut.
"Di mana Bibi?" kata komentator politik konservatif Amerika Serikat Candace Owens, seperti dikutip dari NDTV.
Owens mempertanyakan, kenapa kantor PM Israel merilis video Netanyahu berjari 11 dan setelah ramai disorot lalu menghapusnya. "Kenapa ada kepanikan massal di Gedung Putih?" tulisnya di akun pribadinya di X.
Media pro-Iran menyebut, Bibi tewas bersama istri dan sejumlah pejabat tinggi Israel lainnya. Berita tersebut memang sudah dibantah oleh kantor PM Israel. Mereka menyebut, berita tersebut palsu. Netanyahu disebut masih baik-baik saja. Tapi tetap itu tak meredakan dugaan kalau si penjahat perang tersebut telah tewas.
Baca Juga: Iran: Selat Hormuz Tertutup untuk AS, Israel, dan Sekutu
Mendadak Hening
Hal janggal lainnya terkait aktivitas bermedia sosial putra Netanyahu, Yeir. Hindustan Times menyebut, Yeir biasanya sampai 30 kali mengunggah twit dalam sehari.
Namun, dalam beberapa waktu belakangan dia mendadak tidak lagi aktif berkicau. Banyak pihak yang mengklaim bahwa ini terkait dengan adanya tragedi di keluarganya.
Yeir menghilang dari X sejak 8 Maret lalu. Hanya sesekali dia muncul dengan mengunggah konten, misalnya pada 9 Maret lalu. Setelah itu hening lagi. (lyn/ttg/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy