BANGKOK - Sebanyak 20 awak kapal Thailand dari kapal kargo Mayuree Naree yang diserang di dekat Selat Hormuz pada Rabu pekan lalu telah kembali ke negaranya. Mereka tiba melalui Bandara Suvarnabhumi, Provinsi Samut Prakan, kemarin (16/3).
Dilansir dari Bangkok Post, kapal kargo berbendera Bangkok tersebut dimiliki perusahaan pelayaran Precious Shipping Plc (PSL). Manajemen perusahaan menyatakan para eksekutif senior PSL menyambut langsung kedatangan para awak kapal di bandara.
Perusahaan juga memberikan dukungan kesejahteraan kepada para pelaut, termasuk pemeriksaan kesehatan fisik dan mental setelah mereka selamat dari insiden serangan tersebut. Namun, tiga awak kapal lainnya masih dinyatakan hilang setelah serangan terjadi. Upaya pencarian terhadap mereka hingga kini masih terus berlangsung.
Kementerian Luar Negeri Thailand menyatakan 20 awak kapal itu dipulangkan dari Bandara Internasional Muscat di Oman. Pemerintah Thailand juga menyampaikan terima kasih kepada Oman dan Uni Emirat Arab yang telah membantu proses repatriasi para awak kapal tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Thailand Sihasak Phuangketkeow pada Minggu (15/3) melakukan pembicaraan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi. "Pihak kami telah meminta dukungan Iran untuk membantu proses penyelamatan tiga awak kapal Thailand yang masih hilang," ujar Sihasak, dikutip dari Thailand PBS World.
Baca Juga: Timur Tengah Memanas, Trump Tunda Kunjungan ke Beijing
Kementerian Luar Negeri Thailand menyebut ketiga awak kapal tersebut diduga masih terjebak di dalam kapal saat serangan terjadi. Selain meminta dukungan penyelamatan, Sihasak juga meminta Iran memastikan kapal-kapal dagang Thailand dapat melintas dengan aman di Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis bagi perdagangan global.
Dilansir dari Thai PBS World, Angkatan Laut Oman memimpin operasi penyelamatan karena kapal berbendera Thailand tersebut. Namun, operasi tersebut menghadapi kesulitan karena lokasi tersebut berada di tengah zona konflik. (lyn/len/jawa pos)
Editor : Pratama Karamoy