Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Iran Hantam Ladang Gas Qatar, Ancam Serangan Serupa ke Saudi dan UEA

Pratama Karamoy • 2026-03-20 11:36:46

BISA PICU KRISIS ENERGI: Ladang gas milik QatarEnergy di Ras Laffan Industrial City yang difoto pada 2 Maret. Kemarin (19/3) ladang gas tersebut menjadi sasaran serangan Iran.
BISA PICU KRISIS ENERGI: Ladang gas milik QatarEnergy di Ras Laffan Industrial City yang difoto pada 2 Maret. Kemarin (19/3) ladang gas tersebut menjadi sasaran serangan Iran.

DOHA – Iran merusak fasilitas gas utama Qatar di Ras Laffan Industrial yang memicu kebakaran besar dan kerusakan signifikan. Iran juga mengancam melancarkan serangan serupa ke kompleks LNG milik Arab Saudi dan terminal minyak Uni Emirat Arab (UEA).

Ladang gas Qatar yang diserang itu merupakan yang terbesar di dunia dan menjadi penyuplai 30 persen kebutuhan gas dunia. Jadi, bisa dibayangkan dampak serangan. Tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. QatarEnergy menyatakan kalau seluruh pekerja telah terdata dan selamat.

 

Iran yang sebelumnya menyatakan akan menargetkan instalasi minyak dan gas di kawasan Teluk Persia sebagai balasan atas serangan Israel terhadap ladang gas South Pars milik bersama Iran dan Qatar. Atas ancaman itu, Aramco, perusahaan minyak dan gas Arab Saudi, langsung mengevakuasi para pekerja dari kilang di Yanbu. Sebagai gambaran, serangan tunggal drone pada 2019 ke kilang Aramco di Abqaiq langsung membuat produksi anjlok dan mengerek harga 15 persen.

“Republik Islam Iran tidak memiliki niat untuk meningkatkan konflik ke fasilitas minyak, dan juga tidak ingin merugikan perekonomian negara-negara tetangga yang bersahabat. Namun, menyusul agresi musuh terhadap infrastruktur energi, situasi tersebut secara efektif telah memasuki fase peperangan baru,” kata IRGC (Korps Garda Revolusi Iran) dalam pernyataan resmi, dikutip dari Kantor Berita Tasnim.

 

Baca Juga: Kemenag Putuskan 1 Syawal 1447 H Besok, Tim Pengamat Tak Lihat Hilal di 117 Titik

 

Peningkatan Pengamanan

Sementara itu di Washington DC, AS, Washington Post yang dikutip lewat NDTV.com melansir, adanya sejumlah drone misterius di langit ibu kota AS, persisnya di atas pangkalan militer elite Fort Lesley J. McNair tempat Menteri Luar Negeri (Menlu) Marco Rubio dan Menteri Pertahanan (Menhan) Pete Hegseth bermukim.

Sampai dengan kemarin belum diketahui drone-drone tersebut milik siapa. Pesawat-pesawat nirawak tersebut terlihat beberapa kali dalam satu malam dalam 10 hari terakhir. Insiden ini langsung memicu peningkatan pengamanan, serta rapat darurat di Gedung Putih untuk menentukan respons.

 

Pangkalan Fort McNair merupakan fasilitas strategis yang menampung National Defense University dan sejumlah pejabat militer senior Pentagon. Lokasinya hanya sekitar 3,2 kilometer dari Gedung Putih dan Capitol Hill, namun disebut tidak memiliki lapisan pengamanan seketat pangkalan lain di ibu kota.

Juru Bicara Pentagon Sean Parnell menolak berkomentar soal pergerakan pejabat dengan alasan keamanan. “Pemberitaan terkait lokasi pejabat merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab,” katanya.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah AS mengeluarkan peringatan keamanan global untuk kantor diplomatiknya di luar negeri, serta memperketat pengamanan sejumlah pangkalan dalam negeri. Situasi makin tegang setelah MacDill Air Force Base yang merupakan markas Komando Pusat AS dua kali mengalami lockdown dalam sepekan terakhir akibat ancaman keamanan. (lyn/ttg/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global