AUSTIN – CEO Tesla Elon Musk berencana membangun fasilitas manufaktur cip terbesar di dunia. Proyek yang berlokasi di Texas itu berambisi menjadikan cip bukan lagi sekadar komponen penunjang, melainkan fondasi utama bagi seluruh kerajaan bisnisnya. Mulai kendaraan otonom Tesla, robot humanoid Optimus, hingga infrastruktur komputasi untuk xAI dan sistem berbasis antariksa milik SpaceX, semua bertumpu pada satu hal: ketersediaan cip dalam jumlah sangat besar.
The Independent kemarin (24/3) melaporkan, proyek tersebut akan dikerjakan sebagai usaha patungan antara Tesla, SpaceX, dan xAI. Nilainya mencapai USD 20 miliar (Rp 338 triliun).
Skala itu menunjukkan bahwa TeraFab dirancang sebagai infrastruktur strategis jangka panjang. Tujuannya jelas, mengamankan pasokan cip di tengah ledakan permintaan global yang dipicu perlombaan AI. Dalam pernyataan resmi, Tesla menyebut kebutuhan cip untuk pengembangan sistem AI jauh melampaui kapasitas industri saat ini. Mereka menegaskan, hingga 2030 pun, seluruh produsen cip dunia belum tentu mampu memenuhi lonjakan permintaan tersebut.
Baca Juga: Jepang Lepas Cadangan Minyak Terbanyak Sepanjang Sejarah
TeraFab diklaim mampu menghasilkan hingga satu terawatt daya komputasi per tahun. Angka itu cukup untuk menopang produksi ratusan juta cip AI. Jika benar terealisasi, kapasitas sebesar itu berpotensi mengubah peta industri semikonduktor dunia, terutama dalam soal biaya, skala, serta kendali atas infrastruktur komputasi. (din/dri/manado pos)
Editor : Pratama Karamoy