Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Russia Luncurkan Rassvet Satelit Internet Yang Diproyeksikan Menyaingi Starlink

Pratama Karamoy • 2026-03-26 17:04:27

Photo
Photo

MOSKOW – Rusia memulai Langkah strategis dalam perebutan infrastruktur internet global ditempuh melalui peluncuran tahap awal konstelasi satelit orbit rendah Rassvet, sebuah proyek yang secara langsung diposisikan untuk menyaingi dominasi Starlink milik Elon Musk.


Dalam kerangka strategi tersebut, proyek Rassvet dikembangkan oleh perusahaan kedirgantaraan swasta Bureau 1440 dengan dukungan negara, sehingga Rusia tidak hanya membangun jaringan internet, tetapi juga berupaya mengurangi ketergantungan pada infrastruktur digital yang selama ini didominasi oleh aktor asing.  Dilansir dari The Moscow Times, perusahaan itu menyatakan bahwa 16 satelit yang diluncurkan ke luar angkasa merupakan tahap awal pembentukan konstelasi berskala besar.

Baca Juga: Bahan Bakar Fasilitas Nuklir di Serpong Hanya Cukup sampai Tahun Ini

Peluncuran semula direncanakan pada akhir tahun lalu, tetapi mengalami penundaan hingga akhirnya terealisasi bulan ini. Rassvet dirancang untuk menyediakan layanan internet pita lebar di selurruh wilayah Rusia, termasuk kawasan terpencil yang belum terjangkau infrastruktur darat.

Tahap berikutnya dari penyebaran Rassvet akan melibatkan puluhan peluncuran tambahan, kata Alexei Shelobkov, pimpinan ICS Holding selaku perusahaan induk Bureau 1440, sebagaimana dikutip dari Kommersant.  Sementara itu, Kepala Roscosmos Dmitry Bakanov sebelumnya mengungkapkan bahwa lebih dari 900 satelit orbit rendah direncanakan untuk mendukung proyek tersebut.
 

Direncanakan akan ditempatkan hingga 2035. Dia juga menyebut bahwa operasi komersial awal, yang melibatkan lebih dari 250 satelit, ditargetkan mulai beroperasi pada tahun depan.\ Skala Rasvet memang masih tertinggal jauh dibandingkan Starlink. Jaringan satelit yang dioperasikan oleh SpaceX itu telah menempatkan lebih dari 7 ribu satelit sejak 2019.

Dari aspek pendanaan, pemerintah Rusia telah mengalokasikan 102,8 miliar rubel (Rp 21,6 triliun) untuk pengembangan proyek ini.
 Sementara Bureau 1440 berencana menginvestasikan tambahan 329 miliar rubel (Rp 69,1 triliun) hingga 2030 guna mempercepat realisasi jaringan. (din/dns/jawa pos)

Editor : Pratama Karamoy
#global