Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Aturan Baru Kripto Dinilai Untungkan Proyek Keluarga Donald Trump

Pratama Karamoy • 2026-03-27 14:42:13

LONGGARKAN REGULASI: Ketua Securities and Exchange Commission Paul Atkins (kanan) memperkenalkan kerangka klasifikasi baru aset kripto yang dianggap melancarkan bisnis keluarga Presiden AS
LONGGARKAN REGULASI: Ketua Securities and Exchange Commission Paul Atkins (kanan) memperkenalkan kerangka klasifikasi baru aset kripto yang dianggap melancarkan bisnis keluarga Presiden AS

WASHINGTON – Otoritas keuangan Amerika Serikat (AS) mengeluarkan pedoman baru industri kripto yang secara nyata mengurangi cakupan pengawasan negara. Bukan hanya itu. Aturan baru tersebut dinilai dapat memberi keuntungan langsung bagi proyek bisnis keluarga Presiden AS Donald Trump.

 

Pada Selasa (24/3) waktu setempat, Securities and Exchange Commission (SEC) bersama Commodity Futures Trading Commission (CFTC) memperkenalkan kerangka klasifikasi baru aset kripto. Melalui pendekatan yang disebut "taksonomi token", regulator mempersempit definisi sekuritas sehingga sebagian besar aset kripto tidak lagi masuk kategori yang memerlukan pengawasan ketat.

 

Dilansir dari The Guardian, kebijakan itu mengelompokkan mayoritas aset kripto sebagai komoditas, koleksi digital, alat pembayaran, atau instrumen digital, sehingga terbebas dari kewajiban pelaporan dan pengungkapan yang selama ini diberlakukan SEC. Hanya representasi aset tradisional seperti saham dan obligasi berbasis blockchain yang tetap diklasifikasikan sebagai sekuritas.

"Regulator tidak lagi menjadi komisi sekuritas untuk segala hal. Pedoman ini dirancang sebagai 'jembatan' sementara Kongres menyusun legislasi yang lebih komprehensif," kata Ketua SEC Paul Atkins.

 

Baca Juga: Negara Teluk Ragukan Negosiasi Damai AS-Iran

 

Namun, arah kebijakan ini dinilai bukan sekadar penyesuaian teknis. Todd Baker dari Columbia Business School menilai langkah tersebut selaras dengan kepentingan politik dan ekonomi yang lebih luas. "Interpretasi terbaru ini sejalan dengan upaya pemerintahan Trump untuk memfasilitasi ekspansi aktivitas kripto yang menguntungkan tetapi tidak memiliki nilai sosial, bebas dari sebagian besar regulasi federal," bebernya. (din/dns)

Editor : Pratama Karamoy
#global