Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Serdadu AS Bakal Disambut Satu Juta Pasukan Iran dan Hiu Teluk Persia

Pratama Karamoy • 2026-03-31 11:31:11

TERTEMBAK: Pesawat AWACS atau pesawat pengintai dan pemberi sinyal bahaya milik AS yang hancur karena serangan Iran di Prince Sultan Airbase, Arab Saudi, Minggu (29/3).
TERTEMBAK: Pesawat AWACS atau pesawat pengintai dan pemberi sinyal bahaya milik AS yang hancur karena serangan Iran di Prince Sultan Airbase, Arab Saudi, Minggu (29/3).

DIPERKIRAKAN sudah ada 50 ribu personel militer Amerika Serikat (AS) yang berada di kawasan Timur Tengah saat ini.

Mengutip Washington Post, jumlah tersebut lebih banyak sekitar 10 ribu orang dari biasanya.

Namun, tidak semua serdadu bakal diterjunkan jika Negeri Paman Sam itu benar-benar melakukan serbuan darat ke Iran. Presiden AS Donald Trump sudah menyebut tenggat penyerangan tersebut, 6 April.

Diperkirakan hanya 5 ribu sampai 7 ribu saja yang siap dikerahkan untuk melakukan serbuan darat. Sisanya bertugas sebagai prajurit non-kombatan, mulai mengurusi sistem pertahanan udara sampai logistik. Sedangkan dari pihak Israel diperkirakan sebanyak 2 ribu sampai 4 ribu serdadu yang bakal dikerahkan.

Berapapun jumlahnya tak masalah bagi Iran. Negeri yang beribu kota di Teheran tersebut telah memobilisasi 1 juta personel untuk menyambut para tamu yang tak diundang itu.

 

Seorang juru bicara militer Iran bahkan secara lebih garang menyebut bahwa invasi darat AS tidak hanya akan gagal, tetapi juga berujung kehancuran besar bagi pasukan Negeri Paman Sam. "Pasukan Amerika akan menghadapi kehancuran dan bahkan bisa menjadi makanan bagi hiu di Teluk Persia," tuturnya seperti dikutip dari kantor berita Tasnim.

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf juga menegaskan, setiap upaya perebutan wilayah akan dibalas dengan serangan terhadap infrastruktur vital pihak lawan. Iran sudah membuktikannya selama perang sebulan terakhir.

 

Baca Juga: Krisis Energi Mengintai, Celios Prediksi Subsidi Membengkak

 

Tak Ada Pembicaraan

Pada kesempatan lain, Iran kembali membantah kabar pembicaraan langsung dengan Amerika. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei memastikan bahwa Teheran belum melakukan negosiasi langsung dengan AS.

Pakistan disebut sebagai negosiator dalam konflik ini. Namun, Baghaei menyebut, Iran tidak berpartisipasi. Dia ingin memastikan bahwa kesepakatan tidak merugikan pihaknya dan tidak dapat diputar balik.

"Pertemuan-pertemuan yang diadakan Pakistan adalah kerangka kerja yang mereka tetapkan sendiri dan kami tidak berpartisipasi di dalamnya. Baik bagi negara-negara di kawasan untuk prihatin tentang mengakhiri perang, tetapi mereka harus berhati-hati tentang pihak mana yang memulai perang," ucapnya. (lyn/ttg)

Editor : Pratama Karamoy
#global