KYIV – Serangan udara besar-besaran yang dilancarkan Rusia menghantam kota Dnipro di Ukraina selama hampir 20 jam tanpa henti sejak malam hingga siang hari, Sabtu (25/4). Wali Kota Dnipro, Borys Filatov, menyebut serangan tersebut sebagai yang terbesar sejak perang pecah. "Selama lebih dari 20 jam yang mengerikan, Rusia menyerang Dnipro secara bergelombang dengan rudal dan drone," ujarnya.
Serangan dimulai pada malam hari dan berlangsung hingga siang, menghantam kawasan permukiman, pusat bisnis, hingga infrastruktur energi. Data terbaru menunjukkan delapan orang tewas dan 49 lainnya terluka, termasuk dua anak-anak. Seorang wakil wali kota turut menjadi korban luka dan dilaporkan dalam kondisi kritis.
Di wilayah Dnipropetrovsk yang lebih luas, sedikitnya 10 orang lainnya juga mengalami luka-luka. Serangan serupa juga terjadi di wilayah Zaporizhzhia yang berdekatan. Satu orang dilaporkan tewas dan empat lainnya luka setelah sebuah minibus sipil terkena serangan, menurut kepala administrasi militer setempat, Ivan Fedorov.
Angkatan Udara Ukraina menyebut Rusia meluncurkan 619 drone dan 47 rudal dalam satu malam. Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan tersebut menargetkan fasilitas militer Ukraina. Moskow secara konsisten membantah menyasar warga sipil selama konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun itu. (idr/gas)
Editor : Pratama Karamoy