Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Pelaku Penembakan Marah atas Kebijakan Donald Trump

Pratama Karamoy • Selasa, 28 April 2026 | 15:54 WIB
PENYELIDIKAN: Anggota FBI mendatangi rumah Cole Tomas Allen di California.
PENYELIDIKAN: Anggota FBI mendatangi rumah Cole Tomas Allen di California.

 

WASHINGTON – Penyelidik federal menduga kemarahan terhadap kebijakan pemerintahan Donald Trump menjadi motif utama aksi penembakan yang terjadi saat acara White House Correspondents' Dinner di Washington DC.

Tersangka, Cole Tomas Allen, disebut berupaya menerobos masuk ke lokasi acara di hotel Washington Hilton sambil membawa senjata api dan melepaskan tembakan ke arah petugas keamanan. Pria berhasil dilumpuhkan dan ditangkap aparat penegak hukum di tempat kejadian.

Pelaksana tugas Jaksa Agung AS, Todd Blanche, mengatakan indikasi awal menunjukkan bahwa pelaku menargetkan anggota pemerintahan. "Kami percaya dia menargetkan pejabat pemerintahan berdasarkan pemahaman awal atas insiden ini," ujarnya dalam wawancara televisi.

Sejumlah pejabat juga mengungkapkan bahwa pelaku kemungkinan besar bermaksud menyerang Trump dan pejabat senior lainnya yang hadir dalam jamuan tersebut. Saat insiden terjadi, Trump bersama Ibu Negara Melania Trump, Wakil Presiden JD Vance, serta anggota kabinet langsung dievakuasi dari lokasi.

Penyidik kini mendalami sebuah manifesto yang diduga ditulis Allen. Dokumen tersebut berisi daftar target dengan pejabat pemerintahan berada di urutan teratas, serta sejumlah pernyataan yang mencerminkan sentimen antipemerintah. Dalam tulisan itu, pelaku mengaku "marah" atas berbagai kebijakan pemerintahan.

Allen kini menghadapi sejumlah dakwaan, termasuk penyerangan terhadap petugas federal, penembakan, dan percobaan pembunuhan terhadap aparat.

Dalam wawancara terpisah, Trump menyebut pelaku sebagai "orang sakit" dan menegaskan dirinya tidak merasa panik saat insiden berlangsung. "Saya tidak khawatir. Kita hidup di dunia yang gila," ujarnya. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global