Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Kapal AS Dekati Selat Hormuz, Iran Lepas Tembakan Peringatan

Pratama Karamoy • Rabu, 6 Mei 2026 | 13:05 WIB
KAWASAN KONFLIK: Hamouna, kapal berbendera Iran, melempar jangkar di Selat Hormuz dekat Pelabuhan Bandar Abbas (2/5). Iran menutup penuh jalur lalu lintas distribusi minyak dan gas dunia tersebut.
KAWASAN KONFLIK: Hamouna, kapal berbendera Iran, melempar jangkar di Selat Hormuz dekat Pelabuhan Bandar Abbas (2/5). Iran menutup penuh jalur lalu lintas distribusi minyak dan gas dunia tersebut.

 TEHERAN – Ketegangan di Selat Hormuz meningkat tajam. Amerika Serikat dan Iran kian terbuka menunjukkan kekuatan militer di jalur strategis tersebut. Presiden AS Donald Trump memerintahkan pengiriman kapal untuk membuka jalur pelayaran yang terhambat. 

Ia juga melontarkan ancaman keras. "Iran akan dilenyapkan dari muka bumi jika menyerang kapal-kapal Amerika," ujarnya seperti dikutip The Guardian.

Respons cepat datang dari Teheran. Media pemerintah Iran menyebut Angkatan Laut mereka melepaskan dua rudal ke arah kapal perusak AS yang mendekati Selat Hormuz. Namun, klaim itu dibantah militer Amerika. US Central Command (CENTCOM) menegaskan tidak ada kapal mereka yang terkena serangan.

Meski demikian, Tasnim News Agency mengonfirmasi adanya tembakan peringatan yang dilepaskan Iran. Aksi itu dilakukan setelah kapal perang AS dinilai memasuki area sensitif tanpa mengindahkan peringatan.

"Tidak ada solusi militer untuk krisis politik ini," tulis Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi melalui akun X. Ia menilai langkah Washington justru memperkeruh situasi.

Baca Juga: AS Bakal Bebaskan Kapal di Selat Hormuz

Peringatan lebih keras disampaikan militer Iran. Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbia Mayjen Ali Abdollahi menegaskan, setiap kekuatan asing yang mendekati Hormuz berisiko diserang. Iran juga meminta kapal komersial tidak melintas tanpa koordinasi dengan otoritas setempat.

Situasi di lapangan semakin kompleks. Lebih dari 800 kapal dengan sekitar 20.000 awak dilaporkan masih tertahan di kawasan tersebut. Upaya mediasi yang difasilitasi Pakistan belum membuahkan hasil.

UEA Tuding Serangan Drone

Di tengah eskalasi, Uni Emirat Arab (UEA) menuduh Iran menyerang kapal tanker kosong milik ADNOC, Barakah, dengan drone. Tidak ada korban dalam insiden tersebut.

UEA mendesak Iran menghentikan provokasi dan membuka Selat Hormuz tanpa syarat. Namun, Iran membantah tuduhan itu. Sumber militer yang dikutip Tasnim menyatakan tidak ada perintah menyerang UEA. Meski begitu, ia memperingatkan bahwa tindakan bermusuhan akan dibalas tegas. "Jika Emirat melakukan kesalahan, akan ada konsekuensi serius," ujarnya. (lyn/oni)

Editor : Pratama Karamoy
#Koran Jawa Pos #Iran #selat hormuz #AS