TEHERAN – Iran mengklaim berhasil mengoordinasikan pelayaran 26 kapal melalui Selat Hormuz dalam 24 jam terakhir di tengah memanasnya ketegangan dengan Amerika Serikat terkait blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau IRGC menyatakan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut tetap berada di bawah kendali mereka. Pemerintah Iran juga mewajibkan kapal-kapal yang melintas untuk melapor dan mendapatkan koordinasi dengan Angkatan Laut IRGC.
"Lalu lintas melalui Selat Hormuz dilakukan dengan izin dan berkoordinasi dengan Angkatan Laut IRGC," demikian pernyataan yang dikutip kantor berita ISNA, Rabu (20/5).
Dilansir dari Al Jazeera, klaim itu muncul saat pembicaraan antara Washington dan Teheran mengenai pembukaan kembali akses pelayaran di Selat Hormuz masih mengalami kebuntuan.
Baca Juga: Perdagangan Karbon Berpotensi Tambah Rp 1,39 T
Di hari yang sama, Otoritas Selatan Teluk Persia Iran (PGSA) menerbitkan peta baru wilayah Selat Hormuz melalui platform X. Peta tersebut menunjukkan adanya zona maritim terkendali yang hanya dapat dilintasi setelah memperoleh izin dari otoritas Iran.
Zona itu disebut membentang dari Kuh-e Mubarak di Iran hingga wilayah selatan Fujairah di Uni Emirat Arab pada pintu masuk timur selat. Sementara di sisi barat, area pengawasan meliputi Pulau Qeshm hingga Umm al-Quwain. (lyn/gas)
Editor : Pratama Karamoy