Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Pertanian Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Tiongkok-Rusia Menentang Invasi Trump yang Memicu Hukum Rimba

Pratama Karamoy • Jumat, 22 Mei 2026 | 17:15 WIB
DIPLOMASI: Vladimir Putin dan Xi Jinping mengunjungi pameran foto tentang hubungan Rusia dan Tiongkok di Beijing, Rabu (20/5).
DIPLOMASI: Vladimir Putin dan Xi Jinping mengunjungi pameran foto tentang hubungan Rusia dan Tiongkok di Beijing, Rabu (20/5).

 

BEIJING – Presiden Xi Jinping dan Presiden Vladimir Putin melontarkan kritik keras terhadap kebijakan luar negeri Amerika Serikat (AS) dalam pertemuan puncak di Beijing, Rabu (20/5) waktu setempat. Kedua pemimpin menilai dunia saat ini terancam kembali pada era "hukum rimba" akibat meningkatnya rivalitas global dan invasi Washington ke negara-negara lain.

Dalam deklarasi bersama yang dirilis Kremlin, Beijing dan Moskow menuduh kebijakan Amerika memicu fragmentasi global serta mengganggu stabilitas internasional. "Agenda global perdamaian dan pembangunan menghadapi risiko dan tantangan baru, dengan bahaya fragmentasi komunitas internasional dan kecenderungan kembali ke 'hukum rimba,' " bunyi pernyataan bersama tersebut.

Pertemuan Xi dan Putin berlangsung hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melakukan kunjungan ke Beijing. Namun, suasana pertemuan Xi dengan Putin terlihat jauh lebih hangat dan penuh dukungan politik.

Level Tertinggi

Xi menegaskan hubungan Beijing dan Moskow kini berada pada level tertinggi dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara. "Hubungan Tiongkok-Rusia berada pada tingkat tertinggi kemitraan strategis komprehensif," ujar Xi.

Dia juga menyerukan perlawanan terhadap tekanan unilateral dalam politik internasional. Menurut Xi, Tiongkok dan Rusia harus bersama-sama menentang segala bentuk perundungan sepihak di panggung global.

Sementara itu, Putin menyebut hubungan Moskow dan Beijing kini mencapai titik yang belum pernah terjadi sebelumnya. "Hubungan kedua negara berada pada level yang sangat tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya," kata Putin.

Baca Juga: Iran Loloskan 26 Kapal dari Blokade Militer AS di Selat Hormuz

Pemasok Energi

Putin juga menegaskan Rusia tetap menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan bagi Tiongkok di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Dalam kesempatan itu, Putin turut mengundang Xi untuk melakukan kunjungan balasan ke Rusia tahun depan.

Selain isu geopolitik, kedua negara menandatangani sejumlah dokumen kerja sama di bidang perdagangan, teknologi, riset ilmiah, hingga perlindungan hak kekayaan intelektual. Beijing dan Moskow juga memperpanjang perjanjian persahabatan dan kerja sama bilateral yang pertama kali diteken 25 tahun lalu.

Di sela pertemuan tersebut, Xi juga menyinggung konflik Timur Tengah dan memperingatkan agar ketegangan tidak semakin meluas. "Permusuhan lebih lanjut di Timur Tengah tidak dapat dibenarkan, dan gencatan senjata menyeluruh menjadi kebutuhan yang sangat mendesak," ujarnya. (lyn/gas)

Editor : Pratama Karamoy
#global