MOSKOW – Presiden Rusia Vladimir Putin untuk pertama kalinya mengakui bahwa serangan pesawat nirawak (drone) Ukraina terhadap kilang minyak telah memicu kekurangan bahan bakar di dalam negeri. Gempuran yang terus meningkat membuat kapasitas pengolahan minyak Rusia turun drastis dan memaksa puluhan wilayah menerapkan penjatahan bensin.
Dalam wawancara dengan televisi pemerintah Rusia pada kemarin (29/6), Putin mengatakan serangan Ukraina memang berdampak pada pasokan energi domestik. "Tentu saja, itu menimbulkan masalah. Saat ini kami memang mengalami kekurangan tertentu, tetapi belum berada pada tingkat yang kritis," ujarnya.
Tingkatkan Impor
Menurut Putin, pemerintah Rusia akan meningkatkan impor bahan bakar untuk menutup kekurangan pasokan. Moskow juga mempercepat perbaikan kilang yang rusak serta memperkuat sistem pertahanan udara guna melindungi infrastruktur energi dari serangan drone Ukraina.
Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengonfirmasi bahwa pasukannya kembali menyerang kilang minyak di wilayah Krasnodar Krai dan Yaroslavl. Serangan tersebut menjadi bagian dari strategi Ukraina untuk melemahkan kemampuan logistik dan ekonomi Rusia jauh di belakang garis depan.
Baca Juga: Tiongkok Ciptakan Matahari Buatan Menggunakan Teknologi Lokal
Pangkas Kapasitas Penyulingan
Para analis memperkirakan serangan drone Ukraina telah memangkas sekitar 25 persen kapasitas penyulingan minyak Rusia. Kondisi itu membuat pasokan bahan bakar domestik kesulitan memenuhi permintaan dan memunculkan proyeksi kekurangan hingga 15 persen.
Dampaknya mulai dirasakan masyarakat. Berdasarkan data sumber terbuka yang dianalisis The Moscow Times, sedikitnya 56 wilayah Rusia, termasuk Moskow, telah memberlakukan pembatasan pembelian bahan bakar. Situasi paling parah terjadi di Crimea yang diduduki Rusia setelah serangan berulang Ukraina mengganggu jalur logistik dan fasilitas energi.
Sejumlah warga Moskow mengaku harus mengantre lebih dari dua jam untuk mengisi bensin. Antrean panjang di stasiun pengisian bahan bakar menjadi pemandangan yang belum pernah terjadi sejak Putin mulai memimpin Rusia pada 2000. (gas)