JAGOSATU.COM - Meskipun sering kali lidahnya tergelincir, tidak dapat disangkal bahwa Rocky Gerung, putra Manado dari Sulawesi Utara, merupakan sosok paling vokal dan berani di Republik Indonesia saat ini, bahkan mengungguli legislator dan akademisi yang bukan lagi "herder".
"Rocky Gerung tentu memiliki argumentasi saat menyampaikan kritikannya. Itu didasarkan pada fakta dan bukan hoaks. Meskipun kadang menggunakan kata-kata kasar," ungkap Eko S, seorang warga Manado.
Eko S berharap munculnya sosok-sosok baru seperti Rocky Gerung di Indonesia yang vokal dan berani dalam menyuarakan kritik, meskipun dengan tetap menjaga etika.
Namun, dalam pengamatan ini, para legislator di Indonesia justru terdiam dan enggan melontarkan kritik. Fenomena ini dianggap sebagai kemunduran dalam berdemokrasi dan hal yang tidak biasa di era reformasi.
Hal serupa terjadi pada kalangan akademisi di kampus-kampus yang sebelumnya dianggap sebagai pihak yang independen dan tidak memiliki kepentingan politik, namun kini terdiam tanpa ada yang berbobot.
"Yang tampak sekarang adalah pernyataan pujian dan pembelaan terhadap pihak berkuasa," tegasnya.
Evanrel B berani mengakui Rocky Gerung sebagai tokoh yang paling vokal dan pemberani di Indonesia. Hal ini dianggap sebagai sindiran terhadap aktivis partai politik, legislator, dan akademisi.
Sebelumnya, dari generasi ke generasi, Republik ini telah melahirkan individu-individu vokal yang berperan dalam pengawasan sosial terhadap pemerintahan yang berkuasa. Banyak sosok yang vokal mulai dari era Soeharto hingga SBY.
Namun, di era pemerintahan Presiden Jokowi, semakin lama semakin sedikit dari mereka, dan yang tersisa hanya Rocky Gerung, Putra Kawanua yang berani, meskipun kadang-kadang terjadi kesalahan dan celaan dalam penyampaian perkataannya. (mpo)
Editor : Tina Mamangkey