JAGOSATU.COM - Pada tanggal 12 Mei 1962, seorang jenius bernama Bacharuddin Jusuf Habibie, atau lebih akrab disapa Rudy, menikah dengan Hasri Ainun Besari, seorang dokter. Kisah perjalanan hidupnya, terutama dalam memimpin Republik Indonesia sebagai Presiden ke-3, telah menciptakan inspirasi bagi banyak orang.
B.J. Habibie, yang dikenal sebagai Putra Bangsa, mencatat namanya dalam sejarah Indonesia dengan segudang prestasinya. Meskipun hanya menjabat sebagai Presiden selama 17 bulan, prestasinya, termasuk menciptakan pesawat pertama Indonesia, N250 Gatotkaca pada tahun 1995, telah mengharumkan nama Indonesia di mata dunia.
Namun, untuk benar-benar mengenal Eyang Rudy lebih dekat, mari kita lihat dari silsilah keluarganya. Garis keturunan pihak Ayahnya, Abdul Jalil Habibie, adalah seorang pemimpin umat Islam dengan kekayaan dari sawah, kebun, dan peternakan di Gorontalo.
Di sisi lain, garis keturunan pihak Ibu, Raden Puspowardoyo dan Roro Gumog, membawa darah dokter Jawa pertama pada masa kolonial, yaitu dokter Raden Ngabehi Citrowardoyo.
Alwi Abdul Jalil Habibie, anak dari pernikahan ini, bertemu dengan Raden Ajeng Tuti Marini Puspowardoyo di Bogor. Mereka menikah dan memiliki delapan orang anak, dengan B.J. Habibie sebagai anak keempat. Kedua orang tua B.J. Habibie memiliki peran besar dalam membangun fondasi pendidikannya.
Tuti Marini, seorang ibu yang gigih, memastikan bahwa anak-anaknya mendapatkan pendidikan terbaik. Setelah sang suami meninggal pada usia Rudi yang baru 14 tahun, Tuti tidak hanya menyekolahkan Rudi di Bandung tetapi juga mengirimnya ke Jerman dengan beasiswa pemerintah.
Dari sinilah, Rudi menjalani pendidikan tingginya dan menyelesaikan doktoralnya di bidang kedirgantaraan. Prestasinya mencakup penemuan rumus untuk menghitung crack progression dalam penerbangan.
Keluarga B.J. Habibie memiliki sembilan orang anak, dan salah satu saudaranya, mendiang Fani Habibie, terkenal sebagai birokrat, diplomat, dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda.
Pernikahan B.J. Habibie dengan Ainun melahirkan dua anak, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Ilham mengikuti jejak ayahnya sebagai pakar penerbangan, sementara Thareq menjalankan bisnis di bidang engineering.
Setelah pernikahan B.J. Habibie dan Ainun, mereka dikaruniai cucu, dan kini keluarga ini telah menciptakan warisan luar biasa. Meskipun kehilangan Ainun pada tahun 2010, B.J. Habibie terus menginspirasi generasi baru melalui kisah hidupnya yang penuh dedikasi, cinta pada ilmu pengetahuan, dan kecintaan pada bangsa Indonesia. ***
Editor : Toar Rotulung