Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 3 Mei 2024, Matius 7 : 24-26 PONDASI APA YANG KITA BANGUN

Alfianne Lumantow • 2024-05-03 16:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Matius 7 : 24-26

PONDASI APA YANG KITA BANGUN?

"Setiap orang yang mendengar  perkataan-Ku  lni dan melakukannya,  la sama dengan orang yang bijaksana,  yang mendirikan  rumahnya di atas batu".  (ay.24)

Hidup yang kita jalani penuh dengan berbagai persoalan, pergumulan, tantangan, penderitaan yang dapat mempengaruhi hidup beriman kita kepada Yesus. Karena itu dalam pengajaran Yesus di bukit (Mat 5-7), Yesus ingin mempersiapkan juga mengingatkan kepada murid-murid-Nya, setiap orang memperhatikan lalu menjalankan apa yang Yesus ajarkan. Orang itu akan bertahan menghadapi segala macam persoalan, pergumulan, tantangan, penderitaan kehidupan, sebab ia tahu dan patuh kepada kehendak Tuhan. Orang seperti itu diibaratkan orang yang sedang membangun rumah di atas batu karang. Sedangkan orang  yang tidak memperhatikan apalagi melakukan firman Tuhan, maka sebaliknya orang ini akan mengalami kerugian besar bahkan kehancuran.  Orang yang seperti ini,  diibaratkan dengan orang yang membangun rumah di atas pasir. Artinya orang tersebut  tidak berakar pada firman Tuhan yang ia dengar.

Yesus mengatakan dan mengajarkan hal ini kepada murid-muridNya, karena Yesus mengasihi mereka.  Mereka sedang dipersiapkan dan digembleng oleh Tuhan Yesus, menghadapi tantangan sebagai murid Tuhan, yang kemudian hari mengutus mereka mengajarkan, memberlakukan apa yang pernah Yesus ajarkan, itulah fungsi dan tujuan Yesus memanggil mereka untuk menjadi murid-Nya. Tuhan Yesus  tahu  bahwa di  dalam menjalani  hidup ini, orang  percaya diperhadapkan dengan dua pilihan mendengar dan melakukan kehendak-Nya atau orang percaya karena berbagai pergumulan dan persoalan hidup menjadi takut dan kuatir, akhirnya sekalipun ia mendengarkan kehendak Tuhan dengan pertimbangan dan pikirannya sendiri tidak  melakukan kehendak Tuhan. Jadi pilihan hidup juga ditentukan oleh sejauh  mana kita memahami, memercayai  kuasa  Tuhan,   yang   kita  imani.   Oleh   sebab   itu perjalanan hidup bersama Tuhan yang kita imani, akan mempengaruhi juga sikap beriman kita menghadapi tantangan dan pilihan hidup.

Doa : (Tuhan berilah hikmat-Mu untuk menuntun dan menerangi kami dalam memilih kehendak-Mu dalam menjalani hidup in). Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT