Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 4 Mei 2024, Markus 7:27 TUHAN SELALU BERi KESEMPATAN

Alfianne Lumantow • 2024-05-03 23:30:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Markus 7:27

TUHAN SELALU BERi KESEMPATAN

"Biarlah  anak-anak kenyang  dahulu,  sebab tidak patut mengambll  roti yang disediakan  bagi anak-anak  dan melemparkannya  kepada anjing."  (ay.27)

Perempuan yang datang kepada Yesus adalah seorang Siro - Fenisia - kelompok orang yang tidak dihargai oleh orang Yahudi, apalagi dia adalah seorang perempuan. Karena di kalangan orang Yahudi menganut sistem patriarkhi, perempuan juga menjadi orang yang tidak    diperhitungkan.  Makanya ketika  perempuan ini memohon kepada Yesus untuk  mengusir setan pada anaknya, Yesus yang tahu adat istiadat Yahudi mengatakan hal itu kepada perempuan itu, yang menggunakan kata "anjing", tetapi lebih halus yaitu bukan anjing liar tetapi anjing peliharaan atau anjing rumahan, karena anjing ini menunggu makanan yang jatuh  dari meja  makan.  Perempuan  itu menerima atau membiarkan  Yesus berkata seperti itu, dia tidak menyanggahnya, justru perempuan itu memberi tanggapan yang mengandung harapan kepada Yesus  "benar, Tuhan. Tetapi   anjing yang di bawah meja itu juga makan remah-remah yang dijatuhkan anak-anak"  (ayat  28). Namun bacaan ini adalah bacaan untuk malam hari. Jadi kita harus membatasi pengertiannya hanya pada ayat 27 saja. 

Lalu apa yang dapat kita tangkap atau simak dari perkataan Yesus kepada perempuan yang  memohon Tuhan berkenan mengusir setan dari anaknya? Kata-kata Yesus ini mau menggambarkan  bahwa Yesus mengerti  konteks  budaya  orang Yahudi, yang sedang Yesus sendiri kritik atau kritisi, namun berangkat dari konteks  budaya Yahudi, memberikan  ruang  dan kesempatan menerima permohonan perempuan itu dengan penggunaan  kata yang lebih  baik dan  halus.  Dari sini  kita juga diingatkan  bahwa Tuhan selalu memberi ruang dan kesempatan kepada semua orang untuk menerima anugerah keselamatan. Kita diperingatkan    bahwa   anugerah   keselamatan   memang   telah menjadi milik kita karena anugerah Allah itu, namun janganlah kita tidak menjadi saksi Tuhan untuk orang lain.

Doa: {Ya Tuhan ajar kami menjadi orang yang teguh berharap kepada-Mu walaupun ada tantangan yang menghadang). Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT