Lukas 21:34-37
KEKUATAN DOA
Berjaga-jagalah senantiasa sambil berdoa, supaya kamu beroleh kekuatan untuk luput dari semua yang akan terjadi itu, dan supaya kamu tahan berdiri di hadapan Anak Manusia. (ayat 36).
William J.C White pernah mengatakan bahwa "Doa harus menjadi hal yang berdasar, bukan tambahan". Arti dari ungkapan ini adalah berdoa menjadi sebuah kebutuhan yang harus diprioritaskan. Doa memiliki banyak manfaat dalam kehidupan. Contohnya, pertama, ada dua orang sedang bermain ombak sehingga tanpa sadar mereka sudah berada di tengah laut dan akibatnya mereka terbawa arus. Kedua, ketika di rumah terjadi mati listrik/lampu, kita akan mengalami kegelapan, kita tidak dapat melihat, berjalan haru meraba-raba, terbentur bahkan kita dapat jatuh akibat gelapnya ruangan, namun lama kelamaan kita terbiasa dengan kondisi gelap tersebut. Terbawa arus kemudian hanyut dan tenggelam berakhir dengan kematian. Saat pertama mati listrik/lampu, kita mengalami kegelapan, namun pada akhirnya kita terbiasa dengan situasi rumah yang gelap. Yesus mengetahui kelemahan kita dan kenikmatan duniawi bisa mengikat serta menjerat dan berakhir dengan kejatuhan dan kematian.
Kita perlu sadar dan waspada agar setiap langkah dan tindakan yang kita lakukan karena dalam berbagai kenikmatannya, tidak akan melemahkan, menjatuhkan dan membuat kita tersesat bahkan membuat hubungan kita dengan Tuhan terputus.
Ada banyak hal yang bisa melemahkan kita, seperti pesta pora, kemabukan dan berbagai kepentingan duniawi lainnya. Yesus mengetahui kelemahan dan batas kekuatan kita. Kita tidak bisa mengadalkan diri sendiri. Yesus menyampaikan bahwa kekuatan dapat kita miliki di dalam doa. Doa menjadi jawaban untuk menolong kita melawan dan menghadapi berbagai kenikmatan dunia yang sesaat. Berdoa dan berdoalah terus karena di situ sumber kekuatan kita untuk melawan berbagai cobaan dan godaan.
Doa : (Tuhan, terima kasih untuk kekuatan doa yang telah Engkau berikan sehingga kami dimampukan untuk terus berjaga-jaga dan waspada terhadap setiap cobaan yang datang menimpa kami). Amin
Editor : Alfianne Lumantow