Mazmur 25:1-11
LESTARIKAN ALAM DAN BUKAN MENGHANCURKANNYA
lngatlah segala rahmat-Mu dan kasih setia-Mu, ya TUHAN, sebab semuanya ltu sudah ada sejak purbakala. (ay. 6)
Pemazmur mengakui dosa dan pelanggarannya pada masa muda kepada Tuhan yang penuh rahmat dan kasih setia. Tidak ada yang perlu disembunyikan untuk semua yang buruk di masa lalu sebab selalu tersedia pengharapan dalam percaya kepada Tuhan yang baik dan benar. Orang bisa dipermalukan dan diolok-olok sebab rekam jejak yang tidak benar pada masa lalu. Dalam dunia politik, kampanye hitam sering digunakan guna menjatuhkan nama baik seseorang supaya tidak memperoleh legitimasi yang kuat. Pada era teknologi 4.0, jejak digital tidak dapat terhapus dan bisa jadi bumerang di masa depan.
Pengetahuan tentang rahmat dan kasih setia Tuhan mengingatkan kita bahwa kebaikan-Nya yang tak terbatas dan tak terselami. Pelanggaran dan dosa manusia jelas perkara serius yang mendatangkan murka Tuhan. Mungkin selalu ada alasan untuk membenarkan diri. Namun, orang lain menghitung dan mencatat semua yang jahat dari kata dan perbuatan kita. Dalam dunia kerja, keboliongan sering berulang terjadi sebab perbuatan yang sama dilakukan banyak orang. Semua memakluminya dan rasanya tidak perlu dibesar-besarkan. Akibatnya, kejahatan berlangsung terus. Ketika para pemodal membabat hutan, mengotori laut dengan limbah beracun dan mencemarkan udara, maka alam semesta menjadi rusak dan tidak lagi aman bagi semua makhluk hidup. Di sini pertobatan merupakan langkah penting guna melestarikan alam dan bukan menghancurkannya tanpa rasa malu. ,
Keterlibatan kita untuk menjaga kelestarian lingkungan merupakan aksi iman yang patut disebarluaskan. Upaya membersihkan sampah di pantai, menjaga terumbu karang atau menanam ribuan pohon bersama komunitas lintas agama, merupakan tindakan penting yang dapat menggugah kesadaran kita semua untuk meneruskan kebaikan Tuhan yang terus berlangsung sampai hari ini.
Doa : (Ya Tuhan, terima kasih ya Tuhan yang sudah menciptakan alam semesta dan ajar kami untuk melestarikannya dan bukan menghancurkannya dengan membabi buta). Amin
Editor : Alfianne Lumantow