Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 29 Agustus 2024, Kejadian 2:18-19 Penolong Yang Sepadan.

Alfianne Lumantow • 2024-08-29 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Kejadian 2:18-19

PENOLONG YANG SEPADAN

"Aku akan menjadikan baginya penolong yang sepadan dengan dia" (ay. 18b)

Nats pagi ini mengingatkan kita bahwa Allah lebih tahu dan sangat  memahami  kebutuhan  manusia.  Walaupun  Adam tldak memohon  agar diberi penolong,  namun  Allah menyediakannya. Baik makanan, lingkungan yang nyaman dan   aman, bahkan penolong yang sepadan Allah berikan kepada Adam di taman Eden. Bagi-Nya, tidaklah baik kalau Adam sendirian di taman Eden tanpa teman hidup yang sehakikat atau sekodrat  dengannya.  Meskipun pada waktu itu Allah telah membentuk binatang-binatang hutan dan burung-burung  di  udara  untuk  diberi nama  oleh Adam, namun mereka bukanlah pendamping yang sehakikat dengan Adam.

Sejak awal Allah sangat memahami jika manusia tidak mungkin hidup sendiri. Manusia membutuhkan relasi  sosial dan hidup bersama yang lain di  alam semesta.  Manusia  butuh  berinteraksi dengan sesama manusia,  juga hidup berdampingan   dengan makhluk lainnya. Sebagai makhluk sosial, kita sangat membutuhkan hubungan  pertemanan  dan persahabatan.  Pengkhotbah  4:9-12 menyatakan:  "Berdua lebih  baik daripada seorang  diri..."   (TB 2). Mungkin saja jika taman Eden hanya dihuni oleh Adam seorang diri, namanya bukan  lagi  taman  Eden,  melainkan  padang belantara yang gersang, kering kerontang.

Kehadiran Hawa sebagai penolong atau pendamping yang sepadan bagi Adam memberi suasana baru dan berbeda di taman Eden. Kehadirannya tidak terjadi  karena keinginan  Adam  sendiri, melainkan karena  rencana  dan  kehendak   Sang Khalik. Allah berinisiatif  melengkapi  hidup Adam  dengan hadirnya Hawa. Demikian juga sebaliknya, hidup Hawa menjadi lengkap dengan kehadiran Adam.  Dalam kebersamaan, mereka dapat melakukan tugas  memelihara  bumi.  Jika saat  ini  Tuhan mengizinkan kita menikah atau hidup bersama dalam keluarga kita, kiranya keluarga-keluarga  kita  menjadi keluarga  yang mau merawat  bumi   lewat tindakan-tindakan kecil setiap hari.

 

Doa :  (Allah Bapa, kami bersyukur untuk semua orang yang hadir sebagai keluarga dalam hidup kami). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT