Ulangan 6:1-5
DENGARLAH, TUHAN ITU ESA!
"Dengarlah, hai orang Israel : TUHANlah Allah kita, TUHAN itu esa!" (ay. 4)
Renungan pagi ini mengingatkan kita kepada kasih dan kebaikan Tuhan yang besar alas kehidupan bangsa Israel yang menuntun mereka dengan tiang awan, pada waktu siang dan tiang api, pada waktu malam. Banyak peristiwa yang mereka lalui selama 40 tahun dan kasih Tuhan yang menghantarkan mereka untuk memasuki dan menempati tanah Kanaan. Namun sebelum mereka menyebrang ke tanah Kanaan melalui Musa, Tuhan mengingatkan kembali agar umat-Nya benar-benar memperhatikan dan setia melakukan segala perintah, baik ketetapan maupun peraturan. Musa juga mengingatkan bahwa hukum utama untuk bangsa Israel adalah "Dengarlah, hai orang Israel: TUHAN itu Allah kita, TUHAN itu Esa! (Ulangan 6:4). Kata lbrani mendengar yang dipakai adalah shema. Kata mendengar sama dengan menyimak baik-baik kemudian merespon. Pengakuan iman ini menyatakan keesaan dan keunikan Tuhan Allah, juga menyingkirkan paham politeisme dalam agama Israel, dengan menyatakan bahwa Allah bukan banyak tetapi satu. Pengakuan ini menegaskan bahwa Tuhan adalah satu-satunya Allah yang harus dikasihi dan dilayani Israel 0N. S. Lasor: Pengantar PL 1, hal.253). Aspek keesaan ini menjadi dasar untuk tidak menyembah ilah lain.
Melalui peristiwa bangsa Israel kita dapat belajar mengenal Tuhan yang penuh kasih. Shema ini adalah perintah wajib untuk orang tua lakukan agar, "supaya seumur hidupmu engkau dan anak cucumu takut akan TUHAN Allahmu.. (ay.2)". Dengan demikian menjadi tanggung jawab bagi kita untuk meneladankan iman sebagai orang tua kepada anak-anak agar berkomitmen untuk hidup dalam takut akan Tuhan dan beribadah hanya kepada Tuhan yang Esa dan hanya kepada-Nya saja kita percaya. Tetapkanlah hatimu bersama seluruh keluarga agar tetap percaya kepada Tuhan saja dan mengasihi-Nya dengan segenap hatimu, jiwamu dan kekuatanmu!
Doa: (Ya Allah Bapa, Anak dan Roh Kudus karuniakanlah ketaatan agar kami pun dapat selalu setia mendengar dan mengikuti perintah yang diberikan). Amin
Editor : Alfianne Lumantow