Roma 8:24-25
HARAPAN ANAK-ANAK TEBUSAN-NYA
"Namun, jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun" (ay.25)
Navigasi/pandu arah adalah alat untuk menentukan posisi dan arah perjalanan. Pada masa lampau untuk mengetahui tempat yang dituju tetapi belum diketahui jalan kesana, orang harus secara cermat membuka peta yang terbuat dari kertas. Perubahan total dalam mencari lokasi terjadi sejak kehadiran Google Maps. Navigasi online yang tidak statis ini kabarnya tidak murni ciptaan Google tetapi dari dua bersaudara asal Denmark Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen. Selanjutnya Google yang tertarik dengan sistem peta yang tidak statis tetapi dapat digunakan untuk mencari lokasi dan dapat diperbesar mengembangkan software navigasi.
Google maps banyak digunakan orang dan sangat membantu walaupun kadang-kadang jalan yang ditunjukkan membuat kita bingung karena berputar-putar dan seperti sedang tersesat. Menariknya sekalipun terlihat sedang tersesat tetapi tetap saja arahannya diikuti. Pertanyaannya mengapa tetap mengikuti arahannya? Jawabannya karena masih berharap akan tiba di tempat tujuan sehingga dengan tekun penuh pengharapan terus menyusuri jalan berdasarkan arahan peta bergerak itu.
Pengharapan adalah tentang hal-hal yang belum kita nikmati. Tidak ada orang yang berharap atas apa yang sedang dilihat dan dinikmatinya. Jika Google maps menjadi harapan orang tiba pada tujuan yang ingin dicapai maka pimpinan Roh Allah menjadi harapan anak-anak tebusan-Nya. Allah mengutus Anak-Nya untuk menebus kita dari dosa (menyelamatkan) lalu memberi Roh-Nya tinggal di dalam kita. Roh Allah mengarahkan orang yang diselamatkan untuk hidup berpengharapan akan keselamatan. Hidup berpengharapan akan keselamatan ditandai dengan kesabaran, ketekunan, ketenangan, tetap bergerak penuh harap dan tidak menyerah pada keputusasaan. Walaupun keadaan yang ada sulit dimengerti dan tidak mudah untuk dijalani jangan berhenti berharap pada keselamatan Allah.
Doa : (Ya Allah tolong kami tetap berharap pada karya keselamatan-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow