Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 6 Desember 2024, Roma 8:24-25 Harapan Anak-Anak Tebusan-Nya.

Alfianne Lumantow • 2024-12-06 16:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Roma 8:24-25

HARAPAN ANAK-ANAK TEBUSAN-NYA

"Namun, jika kita mengharapkan apa yang tidak kita lihat, kita menantikannya dengan tekun" (ay.25)

Navigasi/pandu arah adalah alat untuk menentukan posisi dan arah perjalanan. Pada masa lampau untuk mengetahui tempat yang dituju tetapi belum diketahui jalan kesana, orang harus secara cermat membuka peta yang terbuat dari kertas. Perubahan total dalam mencari lokasi terjadi sejak kehadiran Google Maps. Navigasi online yang tidak statis ini kabarnya tidak murni ciptaan Google tetapi dari dua bersaudara asal Denmark Lars dan Jens Eilstrup Rasmussen. Selanjutnya Google yang tertarik dengan sistem peta yang tidak statis tetapi dapat digunakan untuk mencari lokasi dan dapat diperbesar mengembangkan software navigasi.

Google  maps banyak digunakan orang dan sangat membantu walaupun kadang-kadang jalan yang ditunjukkan membuat kita bingung karena berputar-putar dan seperti sedang tersesat. Menariknya  sekalipun terlihat sedang tersesat tetapi tetap saja arahannya diikuti.  Pertanyaannya mengapa tetap mengikuti arahannya? Jawabannya karena masih berharap akan tiba di tempat tujuan sehingga dengan tekun penuh pengharapan terus menyusuri jalan berdasarkan arahan peta bergerak itu.

Pengharapan  adalah  tentang hal-hal  yang belum kita nikmati. Tidak ada orang yang berharap atas apa yang sedang dilihat dan dinikmatinya.  Jika Google maps menjadi harapan orang tiba  pada tujuan yang ingin dicapai maka pimpinan Roh Allah menjadi harapan anak-anak tebusan-Nya. Allah mengutus Anak-Nya untuk menebus kita dari dosa (menyelamatkan) lalu memberi  Roh-Nya tinggal  di dalam kita.  Roh Allah mengarahkan orang yang diselamatkan untuk hidup berpengharapan akan keselamatan. Hidup berpengharapan akan  keselamatan ditandai  dengan  kesabaran, ketekunan, ketenangan, tetap bergerak penuh harap dan tidak  menyerah pada keputusasaan.  Walaupun keadaan yang ada sulit dimengerti dan tidak  mudah untuk dijalani jangan  berhenti berharap pada keselamatan Allah.

 

Doa : (Ya Allah tolong kami tetap berharap pada karya keselamatan-Mu). Amin

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT