Roma 8:26-28
ROH BERDOA BAGI ANAK KEPADA BAPA
"tetapi Roh sendiri menyampaikan permohonan kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan" (ay. 26b)
Marthln Luther setelah meninggalkan biara mengalami perubahan cara pandang tentang doa. Baginya, doa tidak lagi perbuatan baik yang wajib dilakukan karena peraturan dan untuk mempertahankan kemurahan hati Tuhan tetapi doa adalah percakapan anak dengan Sang Bapa. Kemurahan hati Allah yang menyelamatkan, membuat semua orang yang dipimpin Roh Allah berstatus sebagai anak-anak Allah (Roma 8:14). Dalam relasi Bapa dan anak-anak inilah, doa menjadi sarana anak untuk bercakap penuh ketergantungan dan percaya kepada sang Bapa. Dalam doa anak menyampaikan rasa terima kasih dan permintaan kepada Bapa yang penuh kasih dan yang mau mendengar anak-anak berbicara kepada-Nya. Bagi Luther bukan aturan atau keinginan dekat dengan Tuhan yang mendorong orang berdoa tetapi tempatkan doa juga sebagai sarana untuk meminta dengan berani dan keyakinan penuh, seperti anak-anak yang penuh kasih meminta kepada ayah mereka yang sangat mengasihi mereka.
Dalam doa, relasi khusus anak-anak dan Bapa terbangun. lndahnya lagi dikatakan bahwa jika tiba waktu terasa sulit bagi kita untuk berdoa, maka Roh Kudus yang tinggal di dalam kita akan berdoa bagi kita. Kelelahan dalam perjalanan hidup menghadapi gumul juang mewujudkan harapan, terkadang membuat orang percaya sulit berdoa. Dalam kondisi bingung tidak tahu mau berdoa apa atau mau mengeluh seperti apa? maka Roh Kuduslah yang berdoa menyampaikan keluhan kita.
Karena sabda-Nya tentang Roh sendiri yang akan menyampaikan permohonan kepada Allah untuk orang-orang kudus maka kita tidak perlu menjadi gentar menghadapi kehidupan. Sesulit apapun hidup termasuk yang membuat kita tidak dapat berdoa, yakinlah bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu demi kebaikan mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana-Nya.
Doa : (Ya Bapa, terima kasih karena mau mendengar doa kami sebagai anak-anak-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow