1 Yohanes 4:7-8
AYOLAH SALING MENGASIHI!
"Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita saling mengasihi ... " (ay. 7)
Selamat pagi saudara. Dalam konteks kehidupan Kristen yang tengah diperhadapkan dengan pengajaran sesat, pengarang Surat Yohanes tidak hanya memperingatkan pembacanya, namun ia kemudian mengajak semua pembacanya untuk menunjukkan perilaku seorang Kristen yang sebenar-benarnya, yakni hidup saling mengasihi, bukan menyesatkan, merendahkan apalagi memecah belah seperti para penyesat yang berada di sekitar mereka. Pengarang juga menekankan bahwa ajakan saling mengasihi bukanlah sekadar himbauan moralitas kosong tanpa dasar, atau sekadar narasi praktik etis nan jitu demi mencapai tujuan dan kepentingan tertentu yang tersembunyi. Ajakan saling mengasihi bersumber pada satu kebenaran sejati yaitu Allah adalah kasih. Seseorang yang mempraktikkan kasih dalam kehidupannya, lahir dari Allah dan mengenal Allah, Sang Kasih itu. Bentuk kasih dalam konteks komunitas orang percaya sebagaimana dimaksud oleh pengarang, misalnya kasih itu mempererat, bukan merenggangkan; kasih itu menyatukan, bukan menceral-beraikan; kasih itu menuntun, bukan menjatuhkan; kasih itu merangkul, bukan mengabaikan. Kasih itu menerima dan menghargai apa adanya, bukan pilih-pilih dan merendahkan sesama.
Bagaimana dengan kita, sebagai pembaca masa kini, khususnya dalam konteks kita berkomunitas, baik riil maupun digital, baik di gereja maupun di masyarakat? Ajakan pengarang terhadap pembacanya jelas masih sangat relevan. Dalam komunitas riil, praktik saling mengasihi bisa dilakukan dengan banyak cara diantaranya saling bertegur sapa, meski tadinya ada ketidakharmonisan. Ringan tangan untuk menolong dan membantu, bukan malah tidak peduli dan menyalahkan sesama. Tentu masih banyak contoh lain, namun ada satu hal yang tak boleh terlewatkan, yaitu ketulusan hati. Tanpa ketulusan hati praktik saling mengasihi bisa terlaksana karena keterpaksaan atau bahkan kemunafikan. Jangan sampai ketulusan raib dari hati kita. Ayolah saling mengasihi!
Doa : (Tuhan, tuntunlah kami agar bisa mengasihi sesama sebagaimana Engkau mengasihi kami). Amin
Editor : Alfianne Lumantow