Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, 9 Desember 2024, 1 Yohanes 4:7-8 Ayolah Saling Mengasihi.

Alfianne Lumantow • 2024-12-09 00:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

1 Yohanes 4:7-8

AYOLAH SALING MENGASIHI!

"Saudara-saudara yang terkasih, marilah kita saling mengasihi ... " (ay. 7)

Selamat pagi saudara. Dalam konteks kehidupan Kristen yang tengah diperhadapkan dengan pengajaran sesat, pengarang Surat Yohanes tidak hanya  memperingatkan pembacanya,  namun ia kemudian mengajak semua  pembacanya untuk menunjukkan perilaku seorang Kristen yang sebenar-benarnya, yakni hidup saling mengasihi, bukan menyesatkan, merendahkan  apalagi memecah belah seperti para penyesat yang berada di sekitar mereka. Pengarang juga menekankan bahwa ajakan saling mengasihi bukanlah sekadar  himbauan moralitas kosong tanpa dasar,  atau sekadar narasi praktik etis nan jitu demi mencapai tujuan dan kepentingan tertentu yang  tersembunyi.  Ajakan saling mengasihi bersumber   pada  satu  kebenaran   sejati yaitu Allah adalah kasih. Seseorang  yang mempraktikkan   kasih  dalam kehidupannya, lahir dari Allah  dan mengenal  Allah,  Sang Kasih itu.  Bentuk kasih  dalam konteks komunitas orang percaya sebagaimana dimaksud oleh pengarang, misalnya kasih itu mempererat,  bukan merenggangkan; kasih itu menyatukan,  bukan menceral-beraikan;  kasih  itu menuntun, bukan menjatuhkan;  kasih itu merangkul,  bukan mengabaikan.  Kasih itu  menerima dan menghargai apa adanya, bukan pilih-pilih dan merendahkan sesama.

Bagaimana dengan kita, sebagai pembaca masa kini, khususnya dalam  konteks kita berkomunitas, baik riil maupun digital, baik di gereja  maupun di  masyarakat?  Ajakan pengarang terhadap pembacanya jelas masih sangat relevan.  Dalam  komunitas riil, praktik saling mengasihi bisa dilakukan    dengan   banyak cara diantaranya  saling bertegur sapa,  meski tadinya ada   ketidakharmonisan.   Ringan  tangan   untuk  menolong   dan  membantu,  bukan malah tidak peduli  dan menyalahkan  sesama.  Tentu masih  banyak contoh  lain,  namun  ada satu  hal yang  tak  boleh  terlewatkan,  yaitu ketulusan   hati.  Tanpa ketulusan  hati  praktik saling mengasihi bisa terlaksana  karena  keterpaksaan  atau bahkan kemunafikan.   Jangan sampai ketulusan  raib dari hati kita.  Ayolah saling mengasihi!

 

Doa  : (Tuhan, tuntunlah kami agar bisa mengasihi sesama sebagaimana Engkau mengasihi kami). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT