1 Yohanas 4:12
KASIH-NYA SEMPURNA
", .. dan kasih-Nya sempurna di dalam kita'' (ay 12)
Selamat malam Saudara. Malam ini, masih dengan surat Yohanes yang bergumul dengan keberadaan pangajar sesat. Pengarang tampak menyoroti klaim pengetahuan dari para pengajar sesat saat itu yang tampaknya berbahaya. Apa itu? Bila memperhatikan ayat 12, kita dapat menduga bahwa tampaknya klaim pengetahuan yang disoroti adalah tentang pengalaman spiritual mereka "pernah bertemu atau melihat Allah". Pengajaran dengan campuran klaim seperti ini jelas berbahaya, apalagi bila hal tersebut dijadikan sebagai keutamaan yang perlu dimiliki oleh orang Kristen. Orang-orang Kristen saat itu jelas merasa ciut atau tawar hati karena merasa ada yang kurang dari bakti mereka kepada Allah sebab tidak atau belum mendapatkan pengalaman seperti itu.
Melihat hal tersebut, pengarang pun menegaskan bahwa menjadi seorang Kristen bukanlah semata-mata mengenai ada atau tidaknya pengalaman spiritual tertentu bagi setiap orang. Harus digarisbawahi, barangkali pengalaman spiritual tertentu ada, namun tidak dapat dipungkiri bahwa hal seperti itu sulit sekali untuk dibuktikan kebenarannya. Karena itu pengarang menegaskan bahwa "tidak seorang pun pernah melihat Allah". Pengarang justru berusaha untuk membawa pembacanya ke sudut pandang yang berbeda. Pengarang tampaknya ingin berkata: jika kamu seorang Kristen, maka tunjukkanlah kasih yang menjadi kekayaan iman kekristenanmu, bukan klaim-klaim pengalaman spiritual yang "antara ada dan tiada itu". Dengan berbuat demikian, hal tersebut membuktikan bahwa Allah ada di dalam hati dan kehidupanmu.
Pesan pengarang di atas bila direlevansikan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di hari HAM sedunia, adalah bagaimana membuktikan kasih atau dengan perkataan lain menghadirkan kasih Allah dalam interaksi kepada siapa pun dalam kehidupan. Sudahkah kita membaktikan diri dengan mengasihi sebagai wujud iman Kristen kita sehari ini?
Doa : (Tuhan, tolonglah kami untuk menjadi saluran berkat bagi sesama kami menurut kehendak-Mu). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow