Mazmur 98:5-6
MEMUJI TUHAN DENGAN ATAU TANPA ALAT MUSIK
Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi ... dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring ... (ay. 5a-6a)
Sepanjang hari dari pagi sampai malam ini, kita telah melakukan pekerjaan wajib dan utama dalam mengisi kehidupan ini. Pelajar SD, SMP dan SMU serta mahasiswa telah melaksanakan kewajiban belajar mereka di kelasnya masing-masing. Pedagang, guru, petugas kesehatan, tentara, polisi, petani, buruh pekerjaan kantor, tukang parkir dan lain sebagainya, bahkan sampai ibu rumah tangga juga telah melakukan tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Ada rasa gembira dan sukacita karena dapat melaksanakan tugas. Itulah sebabnya kita patut bersyukur kepada Tuhan untuk kesehatan dan kekuatan untuk menyelesaikan berbagai kegiatan.
Kembali pemazmur mengajak umat Israel untuk memuji, bermazmur membesarkan nama TUHAN sebagai Raja (ay. 6). Bila umat Israel bersorak-sorai bagi TUHAN dengan suara yang nyaring karena hati yang gembira dan sukacita (ay. 4), kini umat diserukan untuk membesarkan nama TUHAN dengan alat-alat musik itu akan membantu, memicu dan memacu kita untuk tetap bersemangat dan bergembira memuji Tuhan.
Di saat ini firman Tuhan tetap mengajak kita untuk terus memuji Tuhan, sekalipun masih ada tugas pekerjaan yang belum selesai atau belum tuntas kita kerjakan di hari ini. Kini, malam sudah datang dan menjadi bagian hidup kita. Tentu sebagai orang percaya, kita ingin bersyukur dan memuji Tuhan Yesus atas penyertaan dan pertolongan-Nya bagi kita. Justru di tengah persoalan pekerjaan yang masih belum selesai itulah, apabila kita mau memakai waktu atau tanpa alat musik. Sikap seperti ini adalah bukti nyata bahwa sebagai orang percaya, kita tetap mau mengagungkan nama dan karya TuhanYesus, Penebus dan Juruselamat kita.
Doa : (Tuhan, terima kasih untuk penyertaan-Mu kepada kami, ampuni kami jikalau di hari ini tutur kata dan tingkah laku kami tidak memuliakan nama-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow