Mazmur 98:9
PUJILAH TUHAN, SANG RAJA YANG MENGHAKIMI BUMI
"Ia akan menghakimi dunia dalam keadilan dan bangsa-bangsa dalam kejujuran." (ay. 9b)
Nampaknya kekuasaan itu begitu mengasyikan dengan menjanjikan sehingga banyak diburu orang. Sekalipun kekuasaan itu cenderung korup atau merusak tetap saja ia menjadi dambaan manusia. Di masa lalu dalam sistem monarki seorang raja tentu klta ketahui adalah seseorang yang memiliki kekuasaan yang sangat beser dalam wilayah kerajaannya, sehingga ia dihormati dan disembah oleh rakyatnya. Namun demikian, seorang raja manusla selalu terbatas, baik ltu wilayah, hidup (baca: usianya) dan kehldupan, maupun kekuasaannya.
Bangsa Israel dalam masa Perjanjian Lama memandang dan memahami bahwa TUHAN adalah Raja mereka yang sesungguhnya, bahkan Raja di atas segala raja. Karena TUHAN adalah Raja sekaligus Hakim yang adil bagi umat-Nya. Kehendak TUHAN tldak lain adalah agar kehidupan alam semesta ini tertib, teratur dan harmonis. TUHAN juga ingin agar umat-Nya menjadi alat-Nya yang pertama dan utama dalam menjaga dan memelihara keharmonisan kehidupan di atas bumi ini.
Bangsa Israel yang dipercayakan TUHAN untuk menjadi partner-Nya, seringkali gagal menaati kehendak-Nya, sehingga dalam kasih setia-Nya Allah menghukum mereka. Pembuangan di Babel tidak lain adalah sarana pembinaan dan pemurnian iman bagi bangsa Israel untuk dapat kembali melaksanakan tugas dan fungsi utama mereka sebagai rekan sekerja Allah dalam menjaga dan memelihara keharmonisan kehidupan di atas bumi ini. Gereja dan setiap orang percaya karena telah mengalami perbuatan ajaib Tuhan, bersama dengan seluruh isi bumi bulan, bintang, hewan dan tumbuh-tumbuhan pada malam ini, juga diajak untuk memuji dan membesarkan nama Tuhan dengan bermotifkan TUHAN. Sang Raja dan Hakim melakukan perbuatan yang ajaib dengan tangan kanan-Nya.
Doa : (Tuhan ajar kami memahami dan menerima penghakiman dan penghukuman-Mu sebagai keadilan yang sangat murni dalam hidup kami). Amin.
Editor : Alfianne Lumantow