Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, 22 Maret 2025, Yesaya 5:7 Keadilan Dan Kebenaran Adalah Harapan Tuhan.

Alfianne Lumantow • 2025-03-22 16:00:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

 Yesaya 5:7

KEADILAN DAN KEBENARAN ADALAH HARAPAN TUHAN

" ... dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran, tetapi hanya ada keonaran."  (ay. 7b)

Malam kembali datang,  tubuh kita mungkin lelah dan  letih karena aktivitas  yang padat sepanjang hart. Namun, firman  Tuhan  menyapa kita  lagi  bahwa hari-hari kemarin, firman Tuhan telah mengingatkan kita untuk jangan  menghasilkan  "buah-buah kehldupan"  yang mengecewakan hati-Nya.  Sebab,  TUHAN  semesta  alam  telah memilih  dan mempertakukan  umat-Nya sebagai kebun anggur yang istimewa.  Firman Tuhan juga di pagi hari tadi memperlihatkan  kepada kita, bagaimana pemilik kebun anggur itu  (TUHAN) membiarkan kebun anggur-Nya  menjadi rusak dan mati alias dihukum Tuhan (ay. 5-6).

TUHAN  semesta alam sebagai Allah Yehuda,  sekali  lagi menunjukkan kekecewaan-Nya terhadap kebun anggur-Nya, yaitu kaum Israel dan bangsa Yehuda yang disebut sebagai "tanam-tanaman kegemaran-Nya" sebagai kesatuan  umat Tuhan, umat pilihan-Nya. TUHAN menantikan keadilan (tsedaqah)  dari "kebun anggur-Nya"  dan kebenaran (mishpat) dari "tanam-tanaman kegemaran-Nya."  Tetapi yang  dijumpai-Nya di kebun anggur itu adalah hal-hal sebaliknya, yang menyakiti hati-Nya, yakni kelaliman (mishpakh) dan keonaran  (tse' aqah).

Pada renungan  Sabda Bina Umat,  Jumat malam  21 Maret  2025 di sana dikatakan bahwa rupanya tidak  menjadi jaminan bagi kita bahwa kebun anggur dengan bibit terpilih dan pemeliharaan yang begitu baik akan menghasilkan buah yang baik atau buah seperti yang diharapkan.  Tentunya renungan ini kembali bergema kepada kita sebab memang ayat 7 ini mengungkapkan kekecewaan   Allah kepada  umat-Nya. Kalaulah demikian adanya, maka hendaknya  kita mau benar-benar dan  sungguh-sungguh bertobat dan  mengaku kepada  Allah.   Kemudian, pertobatan kita itu terlihat dalam perilaku hidup yang baik dan benar. Mari kita memohon kekuatan dari Roh Kudus agar kita dimampukan menghasilkan "buah  yang baik dan benar'' dalam  kehidupan ini hanya untuk memuliakan  nama-Nya.

 

Doa : (Tuhan, tolong kami untuk sungguh-sungguh bertobat dan tidak  mempermainkan-Mu). Amin

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT