Yesaya 5:7
KEADILAN DAN KEBENARAN ADALAH HARAPAN TUHAN
" ... dinanti-Nya keadilan, tetapi hanya ada kelaliman, dinanti-Nya kebenaran, tetapi hanya ada keonaran." (ay. 7b)
Malam kembali datang, tubuh kita mungkin lelah dan letih karena aktivitas yang padat sepanjang hart. Namun, firman Tuhan menyapa kita lagi bahwa hari-hari kemarin, firman Tuhan telah mengingatkan kita untuk jangan menghasilkan "buah-buah kehldupan" yang mengecewakan hati-Nya. Sebab, TUHAN semesta alam telah memilih dan mempertakukan umat-Nya sebagai kebun anggur yang istimewa. Firman Tuhan juga di pagi hari tadi memperlihatkan kepada kita, bagaimana pemilik kebun anggur itu (TUHAN) membiarkan kebun anggur-Nya menjadi rusak dan mati alias dihukum Tuhan (ay. 5-6).
TUHAN semesta alam sebagai Allah Yehuda, sekali lagi menunjukkan kekecewaan-Nya terhadap kebun anggur-Nya, yaitu kaum Israel dan bangsa Yehuda yang disebut sebagai "tanam-tanaman kegemaran-Nya" sebagai kesatuan umat Tuhan, umat pilihan-Nya. TUHAN menantikan keadilan (tsedaqah) dari "kebun anggur-Nya" dan kebenaran (mishpat) dari "tanam-tanaman kegemaran-Nya." Tetapi yang dijumpai-Nya di kebun anggur itu adalah hal-hal sebaliknya, yang menyakiti hati-Nya, yakni kelaliman (mishpakh) dan keonaran (tse' aqah).
Pada renungan Sabda Bina Umat, Jumat malam 21 Maret 2025 di sana dikatakan bahwa rupanya tidak menjadi jaminan bagi kita bahwa kebun anggur dengan bibit terpilih dan pemeliharaan yang begitu baik akan menghasilkan buah yang baik atau buah seperti yang diharapkan. Tentunya renungan ini kembali bergema kepada kita sebab memang ayat 7 ini mengungkapkan kekecewaan Allah kepada umat-Nya. Kalaulah demikian adanya, maka hendaknya kita mau benar-benar dan sungguh-sungguh bertobat dan mengaku kepada Allah. Kemudian, pertobatan kita itu terlihat dalam perilaku hidup yang baik dan benar. Mari kita memohon kekuatan dari Roh Kudus agar kita dimampukan menghasilkan "buah yang baik dan benar'' dalam kehidupan ini hanya untuk memuliakan nama-Nya.
Doa : (Tuhan, tolong kami untuk sungguh-sungguh bertobat dan tidak mempermainkan-Mu). Amin
Editor : Alfianne Lumantow