Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Negosiasi di Tengah Serangan: Israel dan Hamas Bahas Gencatan 60 Hari

ALengkong • 2025-07-07 08:44:45
Negosiasi dimulai, tapi perang belum usai. Israel ke Qatar, Hamas tetap ngotot soal syarat gencatan senjata.
Negosiasi dimulai, tapi perang belum usai. Israel ke Qatar, Hamas tetap ngotot soal syarat gencatan senjata.

Jagosatu.com-Israel memutuskan untuk mengirim delegasi ke Qatar demi melanjutkan negosiasi terkait gencatan senjata dan pembebasan sandera dengan Hamas.Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa undangan dari pihak mediator telah diterima secara resmi.

Hamas sendiri menyambut dengan “tanggapan positif” tawaran gencatan senjata selama 60 hari dan menyatakan kesiapan untuk bernegosiasi.

Meski demikian, Hamas mengajukan sejumlah amandemen yang bertujuan menjamin tidak kembalinya konflik jika gencatan senjata permanen gagal tercapai.

Di tengah upaya negosiasi ini, serangan udara dan tembakan Israel masih terus menimbulkan korban jiwa di Gaza.

Badan Pertahanan Sipil Hamas melaporkan sedikitnya 35 warga Palestina tewas pada Sabtu, termasuk seorang dokter dan ketiga anaknya.

Serangan di wilayah al-Mawasi bahkan menghantam tenda-tenda pengungsi, menambah penderitaan warga sipil.

Di lokasi lain, dua relawan asal Amerika Serikat yang bekerja untuk Yayasan Kemanusiaan Gaza juga dilaporkan terluka dalam serangan di Khan Younis.

Meski negosiasi kembali dibuka, Israel secara tegas menolak perubahan atau tuntutan yang diajukan Hamas terhadap proposal awal.

Netanyahu menegaskan bahwa dialog hanya akan dilakukan berdasarkan proposal Qatar yang sebelumnya telah disetujui oleh Israel.

Delegasi negosiasi Israel dijadwalkan berangkat ke Qatar pada keesokan harinya, seperti diumumkan oleh pemerintah.

Presiden AS Donald Trump turut menyatakan bahwa Israel telah menyetujui syarat utama dalam rencana gencatan senjata 60 hari.

Proposal tersebut mencakup pembebasan 10 sandera hidup dan pemulangan jenazah 18 sandera lainnya sebagai bagian dari kesepakatan.

Sebagai imbalannya, sejumlah tahanan Palestina akan dibebaskan dari penjara-penjara Israel.

Proposal juga menjamin pengiriman bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Gaza dengan pengawasan PBB dan Palang Merah.

Namun, Hamas ingin bantuan hanya disalurkan secara eksklusif melalui PBB dan mitra-mitranya, tanpa campur tangan pihak lain.

Selain itu, Hamas mendesak penarikan penuh pasukan Israel ke posisi mereka sebelum gencatan senjata terakhir pada bulan Maret.

Hamas juga meminta jaminan dari AS bahwa Israel tidak akan melanjutkan serangan bahkan jika negosiasi gagal mencapai kesepakatan permanen.

Proposal AS menjanjikan bahwa proses negosiasi serius akan dimulai sejak hari pertama dan gencatan bisa diperpanjang jika perlu.

Namun, Netanyahu tetap bersikukuh bahwa perang tidak akan berakhir sebelum semua sandera dibebaskan dan Hamas sepenuhnya dilumpuhkan.(LR)

Editor : ALengkong
#Qatar #Israel