Jagosatu.com-Cole Palmer meluapkan emosinya dalam laga semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 saat Chelsea menghadapi Fluminense.Pertandingan yang berlangsung di New Jersey itu sejatinya dimenangkan Chelsea dengan skor meyakinkan 2-0.
Namun kemenangan tersebut tak luput dari sebuah drama menarik yang melibatkan dua pemain The Blues, Palmer dan Nicolas Jackson.
Insiden terjadi sekitar menit ke-80, ketika Jackson yang baru saja masuk sebagai pemain pengganti mencoba aksi individu di kotak penalti lawan.
Padahal di saat yang sama, Palmer sudah berada di posisi bebas dan hanya tinggal menunggu umpan matang untuk mencetak gol.
Alih-alih memberikan assist, Jackson justru memilih menembak langsung dari sudut sempit yang tak ideal.
Tendangan tersebut hanya menghasilkan bola yang menyentuh sisi luar jaring gawang, membuang peluang emas begitu saja.
Melihat keputusan egois itu, Palmer pun tak kuasa menahan amarahnya di tengah lapangan.
Ia menendang tiang gawang dengan keras dan berteriak ke arah Jackson sebagai bentuk kekecewaannya.
Jackson hanya bisa mengangkat tangan sebagai bentuk permintaan maaf setelah menyadari kesalahannya.
Momen tersebut menjadi sorotan besar meski Chelsea berhasil memastikan tempat di partai final.
Tekanan besar disebut-sebut menjadi penyebab utama Jackson mengambil keputusan yang tidak bijak tersebut.
Datangnya Joao Pedro dan Liam Delap telah memperketat persaingan di lini serang Chelsea musim ini.
Jackson, yang merasa posisinya terancam, tampak bermain lebih individualistis demi membuktikan diri.
Legenda Real Madrid, Gareth Bale, turut memberikan komentarnya mengenai insiden itu.
Menurut Bale, tekanan dalam sebuah tim besar bisa memengaruhi keputusan seorang pemain di lapangan.
Ia yakin, jika situasinya lebih tenang, Jackson akan memilih untuk mengoper bola ke Palmer.
Jackson memang tengah dalam periode yang sulit, baik dari segi performa maupun kedisiplinan.
Ia sebelumnya sempat mendapat dua kartu merah penting yang menodai penampilannya di musim ini.
Kesalahan di laga melawan Fluminense pun dianggap sebagai cermin dari tekanan yang ia pikul sebagai striker Chelsea.(LR)
Editor : ALengkong