Wahyu 1:1-3
MENGIMANI DAN MENGAMINI
"Berbahagialah ia yang membacakan kata-kata nubuat ini dan mereka yang mendengarkannya, ..." (ay. 3)
Ketika berbicara tentang pengalaman iman, banyak orang Kristen membayangkannya sebagai suatu peristiwa luar biasa, seperti mengalami kesembuhan dari kanker ganas atau selamat dari kecelakaan maut. Namun, jika direnungkan lebih dalam, iman sejatinya bukan hanya tentang pengalaman yang spektakuler, melainkan tentang percaya, menyerahkan diri, serta ketekunan yang menuntut kesetiaan. Iman yang sejati adalah iman yang setia dan bertahan sampai akhir. Pemenang iman adalah mereka yang tetap percaya dan senantiasa melibatkan Allah dalam setiap perkara yang menghantam bahtera kehidupannya.
Bacaan pagi ini merupakan penyataan dari Allah, sumber segala kebenaran, yang disampaikan kepada Yesus Kristus dan diteruskan kepada Yohanes melalui malaikat-Nya. Tujuan penyataan ini adalah agar umat mengetahui apa yang harus terjadi. Setidaknya ada dua pesan utama dalam kitab ini: pertama, agar umat Tuhan memperhatikan kehidupan iman mereka; dan kedua, sebagai penguatan bahwa Allah akan menolong mereka di tengah penderitaan dan penganiayaan. Berbahagialah mereka yang mengambil bagian dalam menyampaikan kebenaran ini, juga mereka yang mendengar, memelihara, dan menerapkannya dalam kehidupan.
Allah menghendaki agar umat yang hidup dalam tekanan tetap dikuatkan dalam pengharapan. Iman memang tidak membuat segala sesuatu menjadi mudah, tetapi bersama Tuhan, iman membuat segala sesuatu menjadi mungkin di dalam Dia. Nubuatan dalam kitab Wahyu ini tidak hanya berlaku bagi jemaat mula-mula, melainkan juga bagi para pengikut Kristus masa kini. Karena itu, sungguh merupakan keistimewaan bila kita bukan hanya mendengarkan firman Allah dan mengimaninya, melainkan juga menghidupinya setiap hari.
Doa: Ya Bapa, mampukan kami tetap sotia pada-Mu sebesar apapun badal kehidupan ini menerpa bahtera kehidupan kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow