Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Malam, Sabtu, 29 November 2025, Yunus 4:10-11 Cyber Apathy

Alfianne Lumantow • 2025-11-27 01:30:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Yunus 4:10-11

CYBER-APATHY

"...Engkau mengasihani pohon jarak itu, padahal engkau tidak berjerih payah atau menumbuhkannya..." (ay.10)

Dalam bacaan ini, Yunus hanya memedulikan kenyamanannya sendiri. la lebih peduli pada pohon jarak (sumber kenyamanan pribadi) daripada puluhan ribu nyawa yang sedang diselamatkan TUHAN.

Sebuah ironi yang mencerminkan betapa mudahnya manusia terjebak dalam kepentingan diri, dan kehilangan kepekaan moral.

Sikap Yunus ini, menyingkapi realitas batin yang manusiawi yaitu egois, reaktif, dan sering tidak sejalan dengan kehendak TUHAN.

Yunus tidak jahat, tetapi sempit dalam kasih, kondisi ini bisa terjadi pada siapa saja.

Di zaman sekarang, kita bukan berteduh di bawah pohon jarak, tetapi berlindung di balik kenyamanan modern seperti televisi, AC, bahkan dunia digital.

Di ruang-ruang inilah kita rawan jatuh dalam Cyber-Apathy yaitu mati rasa terhadap penderitaan sesama karena terlalu banyak informasi dan hiburan untuk diri sendiri.

Kita kehilangan sense of proportion-masalah-masalah kecil sering menyita perhatian, sementara persoalan besar justru kita abaikan.

Emosi kita habis untuk hal-hal remeh, sementara tragedi kemanusiaan hanya sekilas lalu di lini masa.

Seperti Yunus, kita perlu dibimbing keluar dari ruang gema digital menuju ruang kasih yang nyata.

Ruang di mana kita benar-benar hadir bagi sesama, di mana empati bukan hanya teori dan suara TUHAN bisa terdengar lebih jelas daripada kebisingan dunia.

 

Pertanyaannya, apakah kita hidup hanya untuk menjaga kenyamanan pribadi? Ataukah justru sedang dipanggil TUHAN keluar untuk menjadi saluran kasih-Nya bagi sesama?

Karena kasih TUHAN luas dan tak terbatas, la menyelamatkan Niniwe, tetapi juga bersabar menghadapi Yunus.

Kasih ini memanggil kita, bukan untuk menjadi penonton pasif dalam kehidupan, tetapi aktif terlibat, mengasihi, dan menyentuh hidup sesama dengan kepekaan yang diperbaharui oleh suara TUHAN. Amin.

 

Doa: TUHAN, ajarlah aku untuk tidak hanya memikirkan kenyamanan diri sendiri. Amin.

 

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN MALAM #GPIB #SABDA BINA UMAT