Markus 8:1-5
IA BERBELAS KASIH PADA KITA
Hati-Ku tergerak oleh belas kasihan kepada orang banyak ini, karena sudah tiga hari mereka bersama Aku dan mereka tidak mempunyai makanan (ay.2)
Pembacaan Alkitab hari ini berkisah tentang tindakan Yesus memberi makan 4000 orang dengan 7 roti dan beberapa ikan.
Tindakan Yesus dilakukan berdasarkan belas kasihan-Nya kepada orang banyak. Belas kasihan tersebut menunjuk pada kepedulian, kuasa dan kasih sayang-Nya.
Merenungkan peristiwa tersebut, maka ada beberapa hal yang menjadi perhatian kita :
1. Belas kasih Yesus terhadap orang banyak:
Dia tidak hanya peduli pada kesejahteraan rohani kita tetapi juga kebutuhan jasmani.
Dalam kehidupan ini, kita mungkin merasa diabaikan atau terlalu kecil untuk dipedulikan oleh Tuhan.
Namun ayat ini mengingatkan kita bahwa Yesus memerhatikan kebutuhan kita, besar atau kecil. Belas kasihan-Nya tidak mengenal batas, dan kasih-Nya tidak berkesudahan.
2. Yesus Menggunakan segala hal yang ada pada kita:
Yesus sering bekerja melalui berbagai hal yang kita miliki.
Kita mungkin merasa bahwa yang kita tawarkan tidak mencukupi waktu, bakat, atau sumber daya kita mungkin tampak kecil jika dibandingkan dengan kebutuhan di sekitar kita.
Namun, di tangan Yesus, persembahan terkecil sekalipun bisa dilipatgandakan untuk menghasilkan hal-hal besar.
3. Yesus adalah Roti Hidup
Sama seperti Dia menyediakan roti bagi orang banyak, Dia juga menyediakan makanan rohani bagi semua orang yang datang kepada-Nya.
Yesus tidak hanya memuaskan rasa lapar kita yang bersifat sementara tetapi juga rasa lapar yang mendalam di jiwa kita.
4. TuhanKelimpahan berkat Tuhan
Akhirnya, perhatikanlah bahwa setelah semua orang makan dan kenyang, para murid mengumpulkan tujuh bakul penuh sisa makanan.
Kelimpahan ini menunjukkan kepada kita bahwa berkat Tuhan lebih dari cukup. Ketika Yesus menyediakan.
Dia tidak melakukannya dengan hemat-Dia melakukannya dengan berlimpah. Anugerah, kasih sayang, dan berkat-Nya lebih dari cukup bagi kita. Amin.
Doa: Tuhan berkatilah kami dengan rahmat-Mu. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow