Lukas 1:46-49
SEMANGAT MEMBAWA PEMBEBASAN
"karena Yang Maha Kuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku dan kuduslah nama-Nya" (ay. 49)
Hari Ibu yang diperingati di Indonesia setiap tanggal 22 Desember, merupakan ketetapan Presiden Soekarno melalui Keputusan Presiden Nomor 316 Tahun 1959 tentang Hari-Hari Nasional yang bukan Hari Libur.
Ketetapan diterbitkan sebagai peringatan atas peristiwa bersejarah di Yogyakarta pada tanggal 22- 25 Desember 1928, Kongres Perempuan Indonesia.
Kongres tersebut memiliki hubungan erat dengan Sumpah Pemuda dua bulan sebelumnya.
Semangat para pemuda untuk persatuan Indonesia telah memberi semangat beberapa perempuan di beberapa daerah untuk memajukan pendidikan bagi perempuan Indonesia.
Padahal pada masa itu kaum perempuan dalam keadaan yang terkekang oleh tradisi dan budaya patriarki yang kuat.
Maria menyadari dirinya telah dipakai Allah untuk menggenapi janji-Nya tentang kehadiran Mesias yang telah diberitakan oleh para nabi.
Pilihan Allah untuk Maria terlihat mustahil. Maria belum pernah berhubungan dengan lelaki mana pun.
Ia juga hanyalah seorang perempuan biasa dari sebuah tempat yang sangat jauh dari keramaian Yerusalem.
Perjumpaan dengan Elisabet yang hamil di masa tua semakin memperlihatkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Allah.
Maria menunjukkan pengakuan dan sukacitanya atas kekuasaan Allah melalui nyanyian pujian. Allah telah mengangkat orang-orang yang dianggap rendah secara sosial.
Nyanyian Maria dan Kongres Perempuan Indonesia tahun 1928 memang tidak memiliki kaitan peristiwa.
Namun, ada semangat yang sama dalam kedua peristiwa itu, yaitu kehendak Allah untuk membebaskan manusia dari penderitaan akibat kekuasaan yang membawa keterkekangan.
Warga gereja juga dipakai untuk membawa pembebasan yang berdampak kebaikan.
Bukan juga sebuah kebetulan jika kedua peristiwa terjadi di sekitar kedatangan Tuhan Yesus, Juruselamat dunia; yang satu menjelang kelahiran, yang lain menjelang peringatan kelahiran. Amin.
Doa: Tuhan, kami memberi diri memberitakan pembebasan yang membawa pendamaian. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow