Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Senin, 12 Januari 2026, Hakim-Hakim 6:15-18 Tuhan Memanggil Bukan Karena Hebatnya Kita

Alfianne Lumantow • 2026-01-09 11:50:40
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Bacaan Alkitab Hakim-hakim 6:15-18

Tema : Tuhan Memanggil, Bukan Karena Hebatnya Kita

"Maaf, Tuhan, dengan apakah akan kuselamatkan orang Israel? Lihatlah, kaumku yang terkecil diantara suku Manasye dan aku iniyang termuda dalam rumah ayahku." (ay. 15)

Sobat teruna, Gideon merasa dirinya bukan siapa-siapa. Ia berasal dari kaum yang kecil, dan bahkan dalam keluarganya sendiri, ia menganggap dirinya yang paling lemah.

Saat Tuhan memanggilnya untuk menjadi penyelamat bagi Israel, reaksi pertamanya adalah ragu dan mempertanyakan: "Benarkah Tuhan memilih aku?" Rasa tidak layak sering kali juga kita rasakan.

Mungkin kita merasa tidak cukup pintar, tidak cukup berani, atau bahkan tidak cukup rohani untuk dipakai Tuhan.

Namun, berita baiknya adalah: Tuhan tidak menunggu kita menjadi hebat untuk bisa dipakai-Nya. Tuhan memilih, lalu la membentuk.

 

Gideon bukan pilihan yang ideal di mata manusia, tapi Tuhan melihat hatinya. Ia ingin kita belajar percaya, bukan pada kehebatan diri sendiri, tetapi pada penyertaan dan kuasa Tuhan.

Bahkan saat Gideon minta tanda, Tuhan tidak menolak. la mengerti kegelisahan Gideon dan sabar mendampinginya.

 

Sobat teruna, hari ini kita menjadi paham bahwa Tuhan selalu memperhatikan dan mendengarkan anak-anak-Nya.

Ketika mengalami kegelisahan, merasa tidak layak, dimengerti orang lain, atau merasa rendah diri, percayalah bahwa merasa tidak Tuhan menolong.

Kalau kita dipercaya untuk menerima tanggung jawab, yakinlah bahwa ada orang yang melihat talenta kita.

Demikian juga saat kita dipanggil untuk melayani Tuhan. Ketika Tuhan memanggil, la juga akan memperlengkapi.

Kita tidak harus jadi sempurna dulu untuk mulai melayani atau taat. Tuhan melihat dan mencari hati yang bersedia dan mau berjalan bersama-Nya. Amin.

                         

Dea: Tuhan meski aku sering merasa tidak cukay, aku belajar percaya balwa Ephan adalah segalanya bagiku Amin

 

Editor : Alfianne Lumantow
#SABDA BINA TERUNA #GPIB #Renungan Harian