Pembacaan Alkitab : Hakim-Hakim 6:15-18
TEMA : BERANI MELANGKAH BERSAMA TUHAN
Berfirmanlah TUHAN kepadanya, "Tetapi, Aku akan menyertai engkau, sehingga engkau akan mengalahkan orang Midian seperti satu orang saja." (ay.16)
Banyak orang merasa diri tidak layak dipakai Tuhan karena latar belakang, kelemahan, atau masa lalu mereka.
Namun pagi ini, kita diingatkan: Tuhan tidak mencari yang sempurna, tetapi yang mau percaya dan taat. la sanggup memakai yang lemah untuk pekerjaan yang besar.
Yang Tuhan kehendaki adalah hati yang mau dibentuk, iman yang mau melangkah, dan kesediaan untuk taat sepenuhnya. Bersama Dia, yang kecil pun menjadi luar biasa.
Gideon adalah anak bungsu dari keluarga kecil di suku Manasye. la merasa tak pantas diutus.
Namun Tuhan tidak melihat siapa kita menurut manusia, tapi bagaimana hati kita terbuka pada panggilan-Nya.
Tuhan tidak mengutus nabi untuk menyalahkan, tapi mengirim Malaikat-Nya sebagai pertolongan.
Sosok yang hadir itu diyakini sebagai Tuhan sendiri, yang tidak datang terlihat oleh mata, tapi menyentuh hati yang peka.
Gideon tidak ragu akan kuasa Tuhan, ia hanya ragu pada dirinya sendiri. Sebuah keraguan yang lahir dari kerendahan hati, bukan ketidakpercayaan.
Ia meminta tanda karena ia tahu tugas yang dipercayakan sangat besar. Tuhan menjawab dengan kepastian: "Aku akan menyertai engkau."
Inilah kekuatan utama dalam pelayanan dan kehidupan sehari-hari yakni penyertaan Tuhan.
Seperti Gideon, kita pun bisa menjadi jawaban atas kebutuhan yang kita lihat, asalkan kita hidup dalam persekutuan dengan Tuhan dan rela dipakai-Nya, bahkan dalam hal-hal kecil.
Ketika Tuhan berbicara, dan kita melangkah dalam iman, komunitas keluarga akan menjadi terang bagi sekitar.
Keluarga yang berserah dan taat akan menjadi alat di tangan-Nya. Tuhan tidak menunggu kita hebat, tetapi la memakai mereka yang percaya akan penyertaan-Nya.
Hari ini, jangan takut melangkah. Tuhan yang memanggil, Dia juga yang akan menyertai dan memampukan. Amin.
Doa: Tuhan, kami berserah dan siap melangkah dalam kehendak-Mu hari ini. Pakailah hidup kami. Amin.
Editor : Alfianne Lumantow