Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Teruna, Renungan Harian, Selasa, 13 Januari 2026, Hakim-Hakim 6:21-23 Tenang Kamu Tidak Sendiri

Alfianne Lumantow • 2026-01-10 00:00:00

LOGO GPIB
LOGO GPIB
 

Bacaan Alkitab: Hakim-hakim 6:21-23

Tema : Tenang, Kamu Tidak Sendiri

"Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau akan mati."." (ay. 23)

Sobat teruna, Malala Yousafzai, seorang remaja dari Pakistan, menjadi suara bagi pendidikan perempuan di negerinya.

Saat usianya baru 15 tahun, ia ditembak karena keberaniannya berbicara. Tapi ia tetap bertahan, dan berkata, "Mereka pikir peluru bisa membungkamku.

Tapi justru suaraku semakin kuat." Keberanian Malala bukan berarti ia tidak takut. Sebagai seorang remaja, dia pasti merasakan gentar, apalagi berhadapan dengan pelaku kekerasan dan kejahatan.

Namun, Malala tahu tujuannya lebih besar dari ketakutannya.

 

Gideon pun mengalami ketakutan besar. la baru saja melihat tanda dari malaikat Tuhan secara langsung, dan pikirannya langsung dipenuhi rasa gentar.

Dalam budaya waktu itu, melihat malaikat berarti kematian. Tapi Tuhan menjawab: "Damai sejahtera bagi-Mu, jangan takut, engkau tidak akan mati." (ay. 23).

Gideon belajar bahwa kehadiran Tuhan bukan untuk mendatangkan ketakutan, melainkan ketenangan.

 

Sobat Teruna, kita kerap merasa takut saat menghadapi hal besar seperti, ujian, pindah sekolah, kehilangan teman, pindah ke lingkungan baru, atau bahkan kebenaran.

Kita kerap diolok ketika berbuat yang benar, bahkan berdiri untuk menyuarakan dimusuhi oleh banyak orang. Kita merasa tidak nyaman dan takut apabila dikelilingi situasi yang tidak menyenangkan.

Tapi Tuhan tidak meninggalkan kita dalam rasa takut itu. Tuhan Allah hadir, menenangkan, dan memampukan kita untuk tetap berdiri.

Sobat teruna, keberanian bukanlah berarti bahwa kita sama sekali tidak memiliki rasa takut, melainkan pemantapan diri untuk menjalankan ketaatan penuh kepada Tuhan meski takut. Tetaplah berbuat benar dan setia.

Tuhan tidak menuntut kesempurnaan, hanya hati yang mau percaya bahwa la beserta. Amin.

 

Doa : Tuban biarlah ah perca balea Engkau selalu menyertai, bahkan saat aku aku Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT