Arkeologi Daerah Ekonomi Ekonomi & Bisnis Esport Gaya Hidup Global Headline Hiburan Hukum & Kriminal Kesehatan Lifestyle & Hiburan Nasional Olahraga Pemerintahan Politik Sains & Teknologi Teknologi Wisata Wisata & Kuliner

Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Selasa, 13 Januari 2026, Hakim-Hakim 6:21-23 Damai Menyingkirkan Rasa Takut

Alfianne Lumantow • 2026-01-10 00:30:00
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Pembacaan Alkitab : Hakim-Hakim 6:21-23

TEMA : DAMAI MENYINGKIRKAN RASA TAKUT

Namun, TUHAN berfirman kepadanya, "Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati." (ay. 23)

 

Di tengah tekanan hidup, masalah, dan ketakutan yang terus menghimpit, kita tidak butuh basa-basi. Kita butuh Firman yang menguatkan dan Allah yang nyata bekerja.

Ketika hari-hari terasa gersang dan jalan seolah buntu, Tuhan hadir bukan hanya dengan suara, tetapi dengan damai yang mengusir segala ketakutan.

Firman hari ini mengajak kita untuk percaya dan melangkah sebagai pelaku kebenaran, bukan korban keadaan.

 

Bangsa Israel pernah mengalami tujuh tahun penindasan karena dosa mereka sendiri. Tapi ketika mereka berseru, Tuhan menjawab.

Bukan dengan memilih sosok besar atau prajurit tangguh, melainkan dengan memanggil Gideon, seseorang yang sederhana, yang tetap setia walau hidup di tengah penyembahan berhala.

Di bawah pohon tarbantin di Ofra, Tuhan memanggilnya. Bukan karena kekuatannya, tetapi karena hatinya yang bersedia taat.

Saat Gideon sadar bahwa ia sedang berhadapan dengan malaikat Tuhan, ia takut dan gemetar.

Namun Tuhan menenangkannya dengan sapaan penuh kasih: "Sejahteralah engkau! Jangan takut, engkau tidak akan mati." (Hak. 6:23).

Inilah inti dari panggilan ilahi: Tuhan menyingkirkan ketakutan dan menggantikannya dengan damai sejahtera.

 

Kita pun sering merasa tidak layak membangun keluarga, melayani di gereja, atau berdampak di masyarakat.

Tapi kekuatan kita bukan dari siapa kita, melainkan dari siapa yang memanggil kita. Gideon adalah lambang pelayanan sejati: rendah hati, setia, dan taat.

Tuhan memulai perubahan besar bukan dari pusat kekuasaan, melainkan dari hati yang berserah.

Mari berhenti menyerah dan mulai percaya. Tuhan masih memanggil orang biasa untuk karya luar biasa.

Bersama-Nya, kita bisa menyingkirkan rasa takut dan mem- bangun komunitas yang hidup dalam damai dan kebenaran. Amin.

 

Doa: Tuhan, kuatkan kami menjadi pelaku Firman dan bangkit membangun bersama damai dari-Mu. Amin.

Editor : Alfianne Lumantow
#RENUNGAN PAGI #GPIB #SABDA BINA UMAT