Sabda Bina Umat, Renungan Pagi, Sabtu, 17 Januari 2026, Hakim-Hakim 8:13-17 Jujut Meski Tidak Disukai

Alfianne Lumantow • Dipublikasikan Rabu, 14 Januari 2026 | 00:30 WIB
LOGO GPIB
LOGO GPIB

Hakim-Hakim 8:13-17

JUJUR MESKI TIDAK DISUKAI

Gideon pergi menemui orang-orang Sukot dan berkata: ...? (ay.15)

 

Berkata jujur dan hidup benar sering kali bukan pilihan yang mudah atau populer. Dunia cenderung menyanjung kompromi demi kenyamanan dan penerimaan.

Namun Tuhan memanggil kita untuk tetap setia pada kebenaran, meskipun harus menghadapi penolakan.

Komunitas yang membangun tidak lahir dari pujian semu, melainkan dari keberanian untuk menyatakan yang benar dengan kasih dan integritas.

Saat kita memilih hidup benar, kita sedang menanamkan fondasi yang kokoh bagi keluarga, gereja, dan generasi yang akan datang.

Inilah panggilan mulia: setia meski tak disukai, karena kita hidup untuk menyenangkan Tuhan, bukan manusia.

 

Hakim-hakim 8:13-17 memperlihatkan keberanian Gideon menegakkan kebenaran ketika menghadapi penolakan dari orang- orang Sukot dan Pnuel.

Mereka menolak memberi dukungan dalam perjuangan, lebih memilih aman dan nyaman.

Namun Gideon tidak membalas dengan amarah spontan. Ia tetap mengejar misi Tuhan terlebih dahulu.

Ketika kembali, barulah ia bertindak tegas terhadap sikap egois dan ketidakpedulian mereka.

Sikap ini mengajarkan bahwa komunitas yang sebat tidak boleh mengabaikan keadilan dan tanggung jawab.

Kita diajak untuk tidak tinggal diam melihat kejahatan, apalagi menutup hati saat orang lain berjuang demi kebenaran.

Jujur dalam kasih dan berani dalam iman adalah dasar pertumbuhan bersama. Dalam keluarga dan jemaat, Tuhan rindu membentuk karakter yang tidak goyah oleh penolakan, tetapi tetap berdiri teguh dalam kebenaran.

 

Komunitas Kristen bertumbuh bukan dengan menyenangkan semua orang, tetapi dengan menyenangkan hati Tuhan.

Kita belajar untuk jujur meskipun ditolak, setia meskipun sendiri, dan berani menegur karena kasih.

Pagi ini, mari bangkit dengan semangat baru untuk hidup dalam kebenaran. Tuhan menyertai mereka yang berdiri teguh di tengah kompromi dunia. Amin.

 

Doa: Tuhan, beri kami keberanian untuk jujur dan setia, meski tidak disukal. Pimpin langkah kami dalam kebenaran hari ini. Amin.

 

Editor : Alfianne Lumantow
RENUNGAN PAGI GPIB SABDA BINA UMAT